Rektor IPDN: Pilkada Saat Pandemi Covid-19 Sangat Berbeda

Rektor IPDN, Dr. Hadi Prabowo./Foto: Istimewa

Rektor IPDN, Dr. Hadi Prabowo./Foto: Istimewa


POJOKJABAR.com, SUMEDANG– Pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020, yakni pada bulan Desember mendatang.

Rektor IPDN Dr. Hadi Prabowo menjelaskan bahwa pelaksanaan Pilkada serentak kali ini sangat berbeda.

Bahkan, katanya, bisa dikatakan belum pernah dilaksanakan dalam perhelatan demokrasi di negara manapun di dunia.

Menurutnya, hal itu karena dilaksanakan pada saat tengah wabah Covid-19.

“Pelaksanaan pilkada serentak telah dilaksanakan sejak tahun 2015 di 269 daerah, tahun 2017 di 102 daerah dan tahun 2018 di 171 daerah. Dipastikan bahwa pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020 dilakukan dalam situasi pandemi Covid-19 dengan mengedepankan protokol kesehatan,” paparnya, Rabu (24/6).

Pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat, yakni melaksanakan rapid tes bagi seluruh personel KPU dari pusat sampai pelaksana di TPS.

“Selain itu juga ada penggunaan APD bagi personil KPU, penyediaan tempat cuci tangan, sabun atau handsanitizer serta alat ukur suhu tubuh untuk setiap pemilih,” terangnya.

Bagi pemilih penggunaan masker dan pengaturan jarak tempat duduk maupun antrian, harus dilakukan.

” Selain itu masyarakat juga diharapkan dapat hadir ke TPS dengan mengikuti protokol kesehatan, memilih pemimpin daerah yang mampu menangani covid, mensejahterakan masyarakat serta menghindari politik transaksional dan politik bansos,” terangnya.

Dirinya berharap, semoga dengan dilaksanakannya seminar nasional ini, diharapkan mampu menghasilkan rumusan yang bermanfaat tentang penyelenggaran pilkada serentak tahun 2020.

“Sehingga nantinya dapat menyempurnakan kelengkapan, sosialisasi dan mensukseskan pelaksanaan pilkada tahun ini guna memajukan demokrasi bangsa dan negara Indonesia,” tandas Rektor IPDN.

(arf/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds