Polri Pastikan Pengunggah Guyonan Gusdur Tidak Ada Unsur Ujaran Kebencian

Ilustrasi Kepolisian.

Ilustrasi Kepolisian.


POJOKJABAR.com– Mabes Polri pastikan bahwa tidak akan ada proses hukum terhadap IS pengunggah lelucon Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) terhadap institusi Polri.

IS sendiri sempat diperiksa polisi, lantaran lelucon Gusdur yang ia unggah itu dinilai pencemaran nama baik.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, penyidik Polda Maluku Utara sudah melakukan klarifikasi terhadap warga berinisial IR itu.

Pasalnya, pihaknya mengira bahwa apa yang diunggah IR di media sosial itu ujuran kebencian.

“Penafsiran anggota reserse ini seolah-olah ada sesuatu antara dia dan institusi kemudian dipanggil dan diklarifikasi,” kata Argo saat dikonfirmasi, Jumat (19/6).

Dari hasil klarifikasi itu, kata Argo, memang tidak ada unsur ujaran kebencian apa yang diunggah IR sehingga atas hal itulah pihaknya tidak memproses IR.

“Jadi tidak ada kasus (tidak diproses),” ujar Argo.

Sebelumnya, seorang warga berinisial IA dibawa ke Mapolres Kepsul pada Jumat (12/6/2020) dengan perkara dugaan tindak pidana pencemaran nama baik melalui media sosial Facebook karena telah membuat status di Facebook dengan tulisan, “Hanya ada tiga polisi jujur di Indonesia: patung polisi, polisi tidur dan Jenderal Hoegeng (Gus Dur)”.

Status yang ia unggah itu merupakan ungkapan atau lelucon dari almarhum Gusdur.

Polres Kepulauan Sula (Kepsul) telah menghentikan penyelidikan kasus tersebut karena IA telah meminta maaf secara terbuka melalui konferensi pers di Mapolres Kepsul.

(fir/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds