Musisi Anji Tanggapi Heboh Dugaan Plagiat Mars SMAN 1 Majalengka

Musisi, Anji./Foto: Istimewa

Musisi, Anji./Foto: Istimewa


POJOKJABAR.com– SMAN 1 Majalengka menghubungi musisi Anji Manji lantaran ramainya dugaan Mars SMAN 1 Majalengka sangat mirip dengan Mars Rimbawan yang sudah jauh lebih dulu rilis.

Demikian disebut Anji di Channel Youtube miliknya, Dunia Manji.

“Lalu mulailah banyak komentar di Yotube SMAN 1 Majalengka komentar, oh ini plagiat, ini plagiat, ini plagiat, kalian harus bla bla bla, dan akhirnya pihak dari SMAN 1 Majalengka menghubungi saya,’ini harus bagaimana?’,” ujarnya.

Ia lalu teringat masukan dari salah satu Entertainment Lawyer, RH. Prasetyo, “konten yang edukatif, Bang Manji, well said, tapi izin, bang, kasih komentar dikit soal konsep ‘Fair Use’ dalam UU Hak Cipta 28/2014,” katanya.

Anji menyampaikan penyampaian RH. Prasetyo, bahwa penjelasan dirinya sebelumnya terkait soal “Ukuran Kualitatif” pada pasal 44 ayat (1) Undang-undang Hak Cipta 28/2014 harus dibaca secara menyeluruh.

“Tidak dianggap melanggar hak cipta jika sumbernya disebutkan atau dicantumkan secara lengkap,” katanya.

Inipun, tambahnya, hanya terbatas untuk 4 macam keperluan yang ia sebutkan. Seperti untuk keperluan yang intinya di bidang akademisi, bidang pemerintahan, bidang ilmu pengetahuan, pertunjukan tak berbayar dengan tidak merugikan.

“Jadi intinya, untuk tujuan komersil tidak termasuk kategori pengecualian yang dimaksud dalam pasal 44 ayat (1) UU Hak Cipta,” jelasnya.

Kesimpulan yang didapat, konsepnya sangat sempit, dan berbeda dengan di Amerika Serikat dimana essensial part bisa dihitung dari minumum birama atau bar.

“Jika dirasa para proses penciptaan lagu ada mirip dengan lagu orang lain, maka harus diumumkan ke publik (launching/release), sebaiknya perlu konsultasi dengan ahli atau langsung menghubungi pencipta lagu atau music publisher atau lagu yang dirasa mirip agar bisa dapat clearance dan terhindar dari masalah,” kata Anji.

Saat ini, lanjutnya, sudah banyak para Entertainment Lawyer yang siap membantu para pelaku industri musik nasional terkait hal-hal di atas,

“Dan menurut saya, Mars SMAN 1 Majalengka bukan untuk tujuan komersil, ini adalah untuk tujuan pendidikan. Jadi, saran saya untuk lagu-lagu yang mirip, menurut saya lagu-lagu mars itu mirip-mirip, ya. Jika merasa lagunya mirip tinggal bilang.” jelasnya.

Atau jika memang mengambil lagu Mars Rimbawan, tambahnya, tinggal mencantumkan di deskripsi, dan izin ke penciptanya, dan lain-lain.

“Sekali lagi, bukan untuk tujuan komersil,” tandasnya.

(mar/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds