Protokol Baru Berdampak pada Indonesia Open 2020

IKUT LIGA NASIONAL: Tim Futsal Putri Kabupaten Bogor saat mengikuti pertandingan dalam turnamen berskala nasional, belum lama ini./Foto: RB

IKUT LIGA NASIONAL: Tim Futsal Putri Kabupaten Bogor saat mengikuti pertandingan dalam turnamen berskala nasional, belum lama ini./Foto: RB


POJOKJABAR.com– Dibuka dengan Hyderabad Open super 100 pada Agustus dan berderet hingga akhir tahun, BWF akhirnya merilis jadwal turnamen yang baru.

Namun, federasi bulu tangkis internasional itu masih menyisakan beberapa pekerjaan rumah. Yakni, menyusun regulasi turnamen di masa kelaziman baru.

Subid Hubungan Luar Negeri PP PBSI Bambang Roedyanto mengungkapkan, saat ini BWF sedang menyusun protokol tersebut. Hal itu menyangkut semua hal yang ada dalam turnamen.

Mulai aturan pemain, ada atau tidaknya penonton, mewajibkan tes swab buat pemain dan ofisial, hingga ruang gerak untuk awak media yang meliput pertandingan.

’’Pasti ada (protokol baru). Kami juga minta. Sambil melihat perkembangan ke depan seperti apa,’’ ujar pria yang akrab disapa Rudy itu saat dihubungi kemarin.

Rudy belum bisa menjelaskan secara detail karena BWF sendiri masih menyusun aturannya. Tetapi, dia mencontohkan beberapa hal kecil yang mungkin diterapkan dalam situasi mendatang.

’’Seperti buat media. Mulai dari (posisi) fotografer, wartawan, tidak bisa sembarang masuk. Dari yang awalnya kita kasih kuota 200 orang, misalnya, bisa dipotong jadi 50 orang,’’ kata Rudy. ’’Bahkan, bisa juga nggak ada penonton,’’ lanjutnya.

Nantinya protokol baru itu berdampak langsung pada penyelenggaraan Indonesia Open 2020. Turnamen elite berkategori super 1000 tersebut bakal digelar pada 17–22 November 2020.

Selama ini, Indonesia Open menjadi turnamen yang menyedot perhatian massa sangat besar. Istora Senayan selalu penuh penonton. Sulit dibayangkan kalau turnamen tersebut harus digelar tanpa penonton.

Jika berkaca pada liga-liga sepak bola yang sudah bergulir di luar negeri, semua memang digelar tanpa penonton. Ini juga bakal berlaku buat kompetisi NBA yang dijadwalkan dimulai lagi akhir Juli mendatang. Langkah itu dilakukan untuk tetap membantu mengurangi tingkat persebaran Covid-19.

Sekjen PP PBSI Achmad Budiharto mengatakan, penerapan protokol kesehatan untuk Indonesia Open 2020 terlalu dini untuk dibahas. Masih ada waktu enam bulan. PBSI belum tahu apakah turnamen kebanggaan Indonesia itu bisa dihelat tanpa penonton.

’’Kami ikuti saja ketentuan dari pemerintah. Kemungkinan tanpa penonton ya ada sih. Seperti Kejuaraan Asia Beregu di Filipina lalu,’’ jelas Budi, sapaan akrabnya.

’’Tetapi kan event-nya masih jauh. Perkembangan situasi Indonesia di masa the new normal seperti apa juga belum tahu,’’ lanjutnya.

(jpnn/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds