Waspada! karena Berulah Lagi, Banyak Napi Asimilasi Kembali Ditangkap Polisi

Kombes Pol Ahmad Ramadhan

Kombes Pol Ahmad Ramadhan


POJOKJABAR.com, JAKARTA – Mendapatkan keringanan hukuman nampaknya tidak membuat para narapiidana berkelakuan baik, baru-baru ini Mabes Polri mengungkapkan hingga hari kedua lebaran masih banyak narapidana asimilasi kembali melakukan tindak kriminal.

Menurut catatan Mabes Polri hingga Senin (25/5/2020) hari ini terdapat 135 narapidana asimilasi yang kembali ditangkap karena berulah.

“Sampai hari kedua Lebaran, jumlah narapidana yang kembali ditangkap polisi karena melakukan pidana ada 135 orang,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan saat dihubungi ANTARA, di Jakarta, Senin (25/5/2020) malam.

Penambahan narapidana asimilasi cukup jelas terlihat, bahkan dalam kurun wantu satu Minggu 10 orang napi kembali ditangkap.

Kombes Ramadhan menjelaskan 135 narapidana ini‎ ditangani di 23 Polda. Polda yang paling banyak menangani narapidana asimilasi yakni Polda Jawa Tengah dan Polda Sumatera Utara yang masing-masing menangkap 17 orang.

Selanjutnya, Polda ‎Riau menangani 12 narapidana asimilasi. Kemudian Polda Jawa Barat menangani 11 napi dan Polda Kalbar menangani 10 napi.

Polda Sumbar dan Polda Jatim masing-masing menangani 7 narapidana‎; Polda Metro Jaya, Polda Lampung, Polda Sumsel menangani masing-masing 6 narapidana dan Polda Sulteng, Polda DIY menangani masing-masing 5 narapidana.

Kemudian Polda Kaltim, Polda Kalsel menangani masing-masing 4 narapidana. Polda Banten, Polda Kaltara, Polda Kalteng, Polda Sulsel menangani masing-masing 3 narapidana.
Polda Sulut menangani 2 narapidana. Polda NTB, NTT, Papua Barat dan Bali masing-masing menangani 1 narapidana.

Jenis kejahata yang dilakukan para napi asimilasi juga berbeda, mulai dari pencurian dengan pemberatan, pencurian kendaraan bermotor dan pencurian dengan kekerasan, narkoba, penganiayaan dan pengeroyokan, pemerkosaan dan pencabulan.

“Ada juga kasus penipuan dan penggelapan, perjudian dan pembunuhan,” tuturnya.

Motif napi asimilasi yang kembali melakukan kejahatan sebagian besar dilatar belakangi karena faktor kekurangan ekonomi, terutama pada kejahatan terhadap properti seperti curat, curas dan curanmor.

(ayu/pojokjabar/jpnn)

Loading...

loading...

Feeds