Komisi II DPR RI Desak Pemerintah Sikapi KTP-el WNA

Herman Khaeron angkat bicara soal KTP-el WNA. Alwi/pojokjabar

Herman Khaeron angkat bicara soal KTP-el WNA. Alwi/pojokjabar

POJOKJABAR.com, CIREBON – Persoalan KTP-el berwarga negara asing disikapi Pimpinan Komisi II DPR RI, Herman Khaeron.

Saat kunjungan ke Cirebon, Herman mengungkapkan saat ini di Indonesia terdapat 1600 KTP-el berwarga negara asing tersebar di seluruh Indonesia.

“Memang ada 1600 KTP elektronik berwarga negara asing. Maka kemarin itu kami rapat agar dapat dibedakan warna dan jenisnya supaya ada perbedaan antara KTP elektronik berwarga negara Indonesia dan berwarga negara asing,” kata Herman Khaeron, usai mengisi sosialisasi empat pilar kebangsaan di hotel Zamrud Kota Cirebon, Kamis (14/3/2019).

Herman pun mengungkapkan, khusus pemerintah pusat terlebih Kemendagri agar ke depan bisa memberikan ciri atau format yang berbeda bagi KTP-el berwarga negara asing dan KTP-el berwarga negara Indonesia.

“Tetapi kan bentuk, jenis dan formatnya hampir sama. Dan itu pun khusus untuk KTP elektronik berwarga negara asing harus ada syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi,” jelas Herman, saat dimintai keterangan soal itu.

Lebih lanjut anggota dewan pusat dari Dapil VIII wilayah Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu tersebut, menjelaskan selain KTP-el WNA pihaknya juga menemukan DPT ganda yang telah invalid dilakukan oleh KPU.

“Nah yang kedua justru yang DPT ditemukan yang infalid. Kemarin kami rapat dengan KPU dan Bawaslu dan Kemendagri, kami juga menyampaikan banyak data-data daftar pemilih tetap hasil penyempurnaan kedua yang invalid,” jelasnya.

Namun, hal itu ia menegaskan, pihaknya yakin penyelenggara Pemilu ke depan akan bekerja profesional, dan bisa menciptakan suasana yang kondusif, serta adil dan jujur dalam melaksanakan hajat demokrasi lima tahunan tersebut.

“Kami yakin lah, baik itu kementerian dalam negeri, KPU, Bawaslu berupaya mencegah untuk mewujudkan Pemilu yang damai, adil, jujur dan legitimate yang tentu harus kita dorong bersama dan wujudkan bersama,” pungkas Herman.

(alw/pojokjabar)

loading...

Feeds