Skip to content
Pojok Jabar
Rabu, 7 Oktober 2026

Pangdam Siliwangi Ingatkan Ancaman Bencana, Kodim Karawang Diminta Jangan Lengah

, · 12:02 WIB ·
Foto: Prajurit Kodim 0604/Karawang mengikuti upacara bendera bulanan di Makodim, Kamis (17/9/2026).(Pojoksatu/Rohendi)

POJOKJABAR.Com, KARAWANG – Kodim 0604/Karawang menggelar upacara bendera bulanan pada Kamis (17/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, amanat Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, S.E., M.M., dibacakan oleh Kapten Inf Suryadi.

Advertisement

Kapten Inf Suryadi mewakili Dandim 0604/Karawang Letkol Inf Nanda Siswanto dalam penyampaian amanat tersebut.

Amanat Pangdam menekankan pentingnya kesiapsiagaan, kedisiplinan, serta kepedulian prajurit dan aparatur sipil negara (ASN) TNI terhadap masyarakat.

Dalam amanatnya, Pangdam mengingatkan seluruh personel agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi berbagai potensi bencana.

Advertisement

Ancaman tersebut meliputi aktivitas dan debu vulkanik, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta kekeringan.

Seluruh jajaran diminta mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi. Keselamatan dan kesehatan personel maupun masyarakat juga harus menjadi perhatian.

Khusus terkait karhutla, prajurit diingatkan agar tidak menganggap remeh potensi kebakaran.

Upaya pencegahan, kepedulian terhadap lingkungan, serta koordinasi dan tindakan cepat perlu dilakukan ketika menemukan potensi maupun kejadian bencana.

“Jangan menunggu masalah terjadi, cegah dan antisipasi sejak dini. Hadir ketika rakyat membutuhkan, bantu ketika mereka mengalami kesulitan, dan laksanakan setiap tugas dengan penuh tanggung jawab,” demikian pesan dalam amanat Pangdam.

Pangdam III/Siliwangi juga menegaskan pentingnya kehadiran prajurit di tengah masyarakat, terutama saat warga menghadapi persoalan dan kesulitan.

Prajurit diminta membangun komunikasi serta sinergi dengan pemerintah daerah, Polri, dan seluruh komponen masyarakat.

Melalui komunikasi tersebut, persoalan warga diharapkan dapat diketahui dan ditindaklanjuti melalui bantuan sesuai kemampuan yang dimiliki.

“Jangan pernah lelah hadir untuk rakyat, karena TNI berasal dari rakyat, berjuang bersama rakyat, dan mengabdi untuk kepentingan rakyat,” demikian salah satu pesan dalam amanat tersebut.

Selain menjalankan tugas kemasyarakatan, personel juga diingatkan untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di satuan masing-masing.

Salah satunya dengan menggunakan air secara bijaksana dan hemat. Personel juga diminta segera melaporkan apabila menemukan kebocoran atau kerusakan fasilitas air.

Dalam amanatnya, Pangdam turut mengingatkan pentingnya bersikap bijak dalam menggunakan media sosial di tengah derasnya arus informasi.

Personel diminta mewaspadai provokasi, penggiringan opini, serta informasi yang belum terverifikasi.

Prajurit dan ASN TNI juga diingatkan agar tidak mudah terpancing atau menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Saring sebelum sharing, pikirkan sebelum berkomentar. Jaga etika serta nama baik diri, keluarga, satuan, dan institusi TNI AD,” demikian pesan dalam amanat tersebut.

Aspek keselamatan berkendara juga menjadi perhatian. Seluruh personel diminta mematuhi peraturan lalu lintas dan menggunakan perlengkapan keselamatan.

Selain itu, personel diingatkan untuk mengendalikan kecepatan serta tidak menggunakan telepon genggam saat berkendara.

Mereka juga diminta tidak memaksakan diri berkendara apabila kondisi fisik maupun cuaca tidak memungkinkan.

Pangdam turut meminta prajurit dan ASN TNI membudayakan kebiasaan check and recheck sebelum meninggalkan kantor.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan peralatan listrik, komputer, pendingin ruangan, dan fasilitas lainnya yang tidak diperlukan telah dimatikan guna mencegah potensi kerugian.

Pangdam menekankan bahwa kewaspadaan, kepedulian, kedisiplinan, dan tanggung jawab harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Nilai-nilai tersebut diharapkan diterapkan di lingkungan satuan, keluarga, maupun masyarakat.

Seluruh personel Kodam III/Siliwangi juga diharapkan mampu menjadi teladan serta terus meningkatkan pengabdian dengan bekerja secara tulus, ikhlas, dan bertanggung jawab.

Amanat tersebut ditutup dengan pesan agar prajurit senantiasa mengedepankan langkah pencegahan, hadir ketika masyarakat membutuhkan, serta melaksanakan setiap tugas demi kepentingan bangsa dan negara.

Ditulis oleh Ega Nugraha