Soal Rakyat Palestina, Joe Biden Didesak Bersikap Konsisten dan Adil

Joe Biden./Foto: Istimewa

Joe Biden./Foto: Istimewa


POJOKJABAR.com– Serangan rezim zionis Israel yang brutal dan sistematis kepada rakyat Palestina di Gaza dikutuk keras Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Presiden PKS, Ahmad Syaikhu mengatakan, Israel telah melakukan tindakan pengusiran, perampasan pemukiman secara ilegal.

Juga pembunuhan massal, serta pembersihan etnis warga sipil Palestina.

Tambahnya, baik warga muslim maupun non muslim.

Termasuk kepada anak-anak, perempuan, dan orang tua.

“Tindakan agresi militer zionis Israel juga menghancurkan berbagai sarana ibadah, sekolah, rumah sakit dan gedung milik jurnalis yang meliput secara damai di Gaza Palestina,” kata Ahmad Syaikhu dalam keterangannya, Minggu (16/5).

Syaikhu menyampaikan, menolak dengan tegas segala bentuk narasi.

Juga wacana publik dan pandangan yang menyatakan bahwa rezim zionis Israel memiliki hak untuk melakukan pembelaan diri.

“Seolah-olah mereka adalah korban yang mengalami serangan,” terangnya.

Sehingga memiliki hak untuk melancarkan tindakan kekerasan yang jelas-jelas mengarah kepada tindakan kejahatan kemanusiaan.

“Rezim zionis Israel terbukti melakukan politik apartheid, yakni tindakan persekusi, diskriminasi dan kekerasan kepada bangsa Palestina,” ungkapnya.

Soal Kebijakan Blokade Jalur Gaza

Kebijakan blokade jalur Gaza, terangnya, juga termasuk kejahatan kemanusiaan yang harus dihentikan dan diakhiri.

“Karena telah menghalang-halangi bantuan kemanusiaan dari masyarakat internasional untuk korban kekerasan,” ucap Syaikhu.

Selain itu, PKS juga mengajak semua pihak untuk menghormati Masjid Al-Aqsha sebagai tempat suci umat Islam dan situs budaya di bawah pengawasan UNESCO.

Menurutnya, semua pihak wajib menjaga dan melindungi Masjid Al-Aqsha.

Juga memberikan akses bagi umat muslim untuk bisa beribadah di dalamnya.

Katanya, hal itu telah diatur dalam hukum internasional.

“Kami mendukung sikap pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri yang secara konsisten melakukan pembelaan terhadap hak-hak rakyat Palestina untuk dapat hidup damai, merdeka dan berdaulat di bumi Palestina,” ujar Syaikhu.

Sikap politik luar negeri tersebut sejalan dengan sikap para pendiri bangsa.

Serta pembukaan konstitusi UUD NKRI 1945 yang dengan tegas menolak segala bentuk penjajajahan di muka bumi, termasuk di bumi Palestina.

PKS mendorong, perjuangan diplomasi pemerintah Indonesia di forum internasional bersama negara-negara muslim yang tergabung di dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI).

Hal itu agar dapat membawa tindakan kejahatan kemanusian rezim zionis Israel ini ke Dewan HAM dan Dewan Keamanan PBB.

“Selain itu, kami juga mendorong Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) dan Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI) untuk bersama-sama memperkuat diplomasi Pemerintah Indonesia di forum internasional,” katanya.

Dengan menggalang dukungan, katanya,  dan solidaritas kemanusiaan untuk rakyat Palestina melalui kerjasama Inter-Parliamentary Union atau Kerja sama Antar Parlemen Dunia.

“Kami menyayangkan sikap politik luar negeri Amerika Serikat yang cenderung mendukung tindakan kekerasan rezim Zionis-Israel sebagai legitimasi untuk melakukan pembelaan diri,” cetus Syaikhu.

PKS juga mendesak pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpin Presiden Joe Biden untuk dapat bersikap konsisten dan adil terhadap hak asasi rakyat Palestina.

“Terkait hal ini, kami berencana akan mengirimkan surat terbuka secara resmi yang ditujukan kepada Presiden Joe Biden pada hari Senin (17/5),” ungkap Syaikhu.

PKS juga mengajak seluruh elemen bangsa di Indonesia, untuk saling bergandengan tangan mendoakan dan mendukung hak-hak rakyat Palestina untuk dapat hidup damai.

“Merdeka dan berdaulat di tanah air mereka sendiri serta terbebas dari segala tindakan kekerasan dan penjajahan dari rezim zionis Israel,” pungkasnya. (jpc/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds

Rektor IPB Arif Satria dirawat di RS EMC Sentul Bogor

Rektor IPB Positif Covid-19 Lagi

Rektor institut Pertanian Bogor (IPB), Arif Satria, terkonfirmasi positif Covid-19 kedua kalinya, usai sempat positif pada September 2020.