Bak Ditelan Bumi, Saat Korban TPPO di Irak Dihubungi Terdengar Suara Misterius

DP terakhir Sukati di aplikasi IMO./Foto: Istimewa

DP terakhir Sukati di aplikasi IMO./Foto: Istimewa


POJOKJABAR.com, INDRAMAYU– Sosok perempuan korban perdagangan manusia di Irak asal Kabupaten Indramayu, Sukati, kini hilang bak ditelan bumi, Kamis (21/11/2019).

Pasalnya, korban TPPO ini tidak bisa dihubungi sama sekali oleh Pojokjabar melalui aplikasi yang biasa dipakai bersama untuk komunikasi.

Namun, saat Pojokjabar.com mencoba menghubungi melalui telepon biasa di selluler, terdengar ada yang mengangkat telepon itu.

Sayangnya, komunikasi kurang jelas dan misterius. Diduga Sukati tidak diperkenankan memegang handphone, dan handphone miliknya diduga dipegang oleh majikannya saat ini.

Padahal, sebelumnya, berdasarkan pantauan Pojokjabar.com, Sukati terakhir masih membuat dua (2) status di WhatsApp story seperti biasanya pada Senin (18/11/2019). Setelah itu, sama sekali tidak ada aktivitas tersebut.

 

Berikuti ini status-status terakhirnya:

Curhatan Sukati di wa story

Curhatan Sukati di wa story

Curhatan Sukati di wa story

Curhatan Sukati di wa story

 

Selain itu, ia pun sempat menginformasikan akunnya di aplikasi IMO, dan mengaku memansang DP ponakannya. Terakhir, ia memposting sosok perempuan memakai baju pengantin, entah siapa sosok itu.

DP terakhir Sukati di aplikasi IMO

DP terakhir Sukati di aplikasi IMO./Foto: Istimewa

Ponakan Sukati

Ponakan Sukati yang sempat jadi DP IMO./Foto: Istimewa

Sebelumnya diberitakan di Pojokjabar.com, Sukati, tenaga kerja wanita (TKW) asal Indramayu, korban perdagangan manusia (TPPO) di Irak, akhirnya terpaksa memutuskan menambah kontrak untuk tetap bekerja di Irak, Senin (18/11/2019).

“Daripada urusannya ruwet,” lanjutnya di Whatsapp Story miliknya.

Disuruh pindah lagi, katanya, nanti kontraknya baru lagi.

Kepada Pojokjabar.com, Sukati pernah mengaku tengah bekerja pada majikannya yang bernama Bojan.

Bahkan, ia pernah mengaku dijebak oleh sponsor dan gabungannya saat mendaftar untuk bekerja di luar negeri.

“Aku dikirim ke Irak, aku dijebak sama sponsor dan gabunganya. Sedikitpun aku gak tau kalo aku. mau dikirim ke negara ini (Irak, red),”aku perempuan ini setelah pertama kali menghubungi Pojokjabar.com melalui akun Channel Youtube Ega Nugraha.

Ia mengaku ingin pulang ke Indonesia, tetapi orang kantor minta denda ganti rugi 4000 dolar.

“Jadi aku harus bagaimana karena aku di sini kontraknya terlalu diteken sama orang kantor. Seolah-olah aku kayak dijual di negara ini. Pengen pulang kaya susah,” curhat perempuan yang awalnya mengaku mendaftar kerja di Abu Dhabi.

Saat Sukati diberangkatkan oleh orang kantor, ia mengaku ada banyak, namun tidak bisa memastikan jumlahnya. Saat di Bandara Erbil, lanjutnya, semua orang itu berpisah karena ejen (agen red)-nya tak sama.

(mar/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds

USBN

Soal Rawan Bocor, USBN Dihapus

Tidak tahu ini kabar menggembirakan apa kabar pemerosotan, tingkat kelulusan saat ujian sekolah berstandar nasional (USBN).