Lina Korban TPPO Takut Kasusnya Viral, Pemkab Sukabumi Ngaku Akan Koordinasi

Lia (kiri) Erum (kanan) saat disekap di Hotel Mountail lantaran kabur./Foto: Istimewa

Lia (kiri) Erum (kanan) saat disekap di Hotel Mountail lantaran kabur./Foto: Istimewa

POJOKJABAR.com, SUKABUMI– Kasus TPPO pada dua warga Kabupaten Sukabumi ini ditanggapi oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Menurut Wakil Bupati Sukabumi Adjo Sardjono, pihaknya baru kali pertama mengetahuinya lewat laporan dan pemberitaan.

“Ini segera kami koordinasikan dengan dinas terkait,” ujar Adjo, Rabu (16/10/2019), seperti dilansir Radarsukabumi.com (Pojokjabar.com group).

 

Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Jawa Barat Jejen Nurjanah turut menanggapi kasus ini. Sama seperti Adjo, pihaknya belum menerima adanya aduan ini dari keluarga korban tersebut.

Sementara, Lina, mengaku melalui Septi ketakutan jika kisahnya viral maka akan menyebabkan dirinya sulit untuk kembali ke Indonesia.

Korban perdagangan manusia di Irak

Lia (kiri) Erum (kanan) saat disekap di Hotel Mountail lantaran kabur./Foto: Istimewa

 

“Ragu, kayaknya bakal sulit pulang kalau digituin (viral, red),” terang Lina melalui Septi, Selasa (16/10/2019) malam.

 

“Untuk itu, kami imbau kepada keluarga korban agar segera membuat laporan pengaduan. Insya Allah setelah akan segera kami tindak lanjuti dengan pihak KBRI dan SBMI yang ada di sana,” pungkas Jejen.

Sebelumnya diberitakan di Pojokjabar.com, Lina, perempuan korban perdagangan manusia asal Kabupaten Sukabumi, ternyata tidak sendirian berada di Irak.

Lina kini berada di Irak bersama Tuti, sesama korban asal Sukabumi.

Lina dan Tuti, sempat disekap bersama 5 (lima) korban perdagangan manusia atau tindak pidana perdagangan orang (TPPO) lainnya dari berbagai daerah asal Jawa Barat.

Korban perdagangan manusia di Irak

Lia, korban perdagangan manusia asal Sukabumi saat disekap di Hotel Mountail lantaran kabur./Foto: Istimewa

 

Kelima orang itu adalah Rustia, Septiani, Erum, Diana, dan Ani.

Menurut Septiani Almukaromah, korban asal Kabupaten Karawang, alamat keduanya berada di Kampung Tangkolo, Desa Cibuntu, RT 26/06, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.

“Dia juga salah satu korban kayak kami, dan bahkan kemarin kami kabur bareng, teh, dan Lina ini yang disuruh menulis surat tentang semua TKW yang kabur itu karena tertekan,” aku Septi kepada Pojokjabar.com, Selasa (15/10/2019) malam.

Septiani Almukaromah

Septiani Almukaromah./Foto: Pojokjabar

(mar/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds