Korban TPPO Asal Karawang Ungkap Identitas Korban TPPO di Irak Asal Subang

Sarwi atau Seni, korban TPPO asal Pamanukan, Kabupaten Subang./Foto: Istimewa

Sarwi atau Seni, korban TPPO asal Pamanukan, Kabupaten Subang./Foto: Istimewa

POJOKJABAR.com, KARAWANG– Korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) asal Kabupaten Karawang, Septiani Almukaromah ternyata mengenal sosok TKW ilegal dari Kabupaten Sukabumi.

“Namanya Teh Sarwi, akrabnya dipanggil Teh Seni, asalnya dari Pamanukan, Kabupaten Subang,” ungkapnya kepada Pojokjabar.com, Rabu (16/10/2019).

Menurut Septi, Seni bekerja di ibu dari anak majikan tempat dirinya bekerja. Alias antara majikan dirinya dengan majikannya memiliki hubungan keluarga.

 

“Kadang Septi pernah dulu dipanggil kerja ke rumah anaknya (majikan, red) buat bantuin dia (Seni, red) kerja,” akunya.

Seni sendiri, katanya, sering ke tempat majikan Septi, dan menginap.

Septiani Almukaromah

Septiani Almukaromah./Foto: Pojokjabar

 

“Kapan, ya, bulan kemarin, atau bulan kemarinnya lagi,” tambahnya.

Saat bulan Juni atau Juli, katanya, Seni menginap di rumah majikaannya sekitar 2 (dua) pekan.

“Nah, dia juga sama kayak Septi gini (korban perdagangan orang, red). Dia sudah sekitar 1 tahun kerja di sini,” katanya.

Sebelumnya diberitakan di Pojokjabar.com, Septiani Almukaromah, korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) atau perdagangan manusia asal Kabupaten Karawang kini dalam keadaan tak menentu.

TKW Karawang disekap di Irak

Rustia dan Septiani, mengaku sebagai korban perdagangan orang di Irak./Foto: Istimewa

 

Septi, pada Selasa (15/10/2019) sekitar pukul 20.13 WIB ia mengabarkan bahwa pihak jekuarga majikannya memfoto KTP dan kartu kerja miliknya.

“Teh, barusan majikan saya ngasih paspor ke anaknya dan dia foto KTP sama kartu kerja, nah mau dikirim ke ejen sini, nah yang saya takutin disalahgunakan, teh,” curhatnya.

“Iya, ‘kan ejen sini pinter, contohnya yang surat itu? Pemalsuan ‘kan? Nah, sama KTP di sini sama kartu kerja juga, teh, pihak ejen sini bilang ke kedutaan atau ke aparat lainnyalah dengan alasan (bahwa saya sudah punya KTP di sini, dan kartu kerja), bisa aja kan?”

“Saya liat sendiri, teh, depan mata saya sendiri, dan mereka menyebut nama ejen sini. Katanya, ‘Di irak (Muhammad), kuasa hukumnya (Kharwan), bisa dibilang temen deketlah,” lanjutnya.

“Anaknya foto, terus ngomong Muhamad gitu, otomatis pihak ejen yang minta dong” katanya.

(mar/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds