Dugaan Korupsi Pembelian Lahan di Limo Depok, Giliran Direktur APR Diperiksa Kejagung

Kapuspenkum Kejagung RI,  Ketut Sumedana.

POJOKJABAR.id, Depok – Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali meneruskan kasus dugaan korupsi pembelian bidang tanah di Kecamatan Limo Kota Depok, yang dilakukan oleh PT Adhi Persada Realti (APR) pada tahun 2012 sampai dengan 2013.


Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung RI,  Ketut Sumedana mengatakan, Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, memeriksa satu orang saksi yang terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi pada pembelian bidang tanah di Kecamatan Limo yang dilakukan PT Adhi Persada Realti.

“Saksi yang diperiksa yaitu SU selaku Direktur PT Adhi Persada Realti Tahun 2013, diperiksa terkait penyidikan perkara tindak pidana korupsi dalam pembelian bidang tanah bersengketa,” kata Ketut, Minggu (21/8/2022).

Dia menjelaskan, maksud dan tujuan pemeriksaan terhadap saksi tersebut dalam rangka kepentingan dan keperluan penyidikan suatu tindak pidana.


Baca Juga : Dua Saksi Pembeli Lahan di Limo Depok Diperiksa Kejagung

Seperti diketahui, sambungnya, kasus dugaan korupsi ini berawal saat anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk yakni PT APR membeli tanah seluas 20 hektar di Kelurahan Limo, Kecamatan Limo, dan Kelurahan Cinere, Kecamatan Cinere, Kota Depok dari PT Cahaya Inti Cemerlang (CIC) pada 2012. Pembelian tanah tersebut untuk membangun perumahan atau apartemen.

Tanah yang dibeli PT APR itu ternyata tidak memiliki akses ke jalan umum dan harus melewati tanah milik PT Megapolitan. Bahkan, berdasarkan data dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Depok, masih ada bagian tanah yang tercatat dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) atas nama PT Megapolitan yaitu SHM nomor 46 dan 47 atas nama SBR. (rd/pojokjabar)