Pemkot Depok Lakukan Tes Antigen kepada 2.359 Pegawai, Ini Hasilnya

POJOKJABAR.id, Depok – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melakukan tes antigen kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non ASN di Kota Depok. Hasilnya, dari 2.359 pegawai yang dites, ada seebanyak 19 pegawai dinyatakan positif Covid-19 dan wajib melakukan isolasi mandiri.


“Bagi yang positif akan menjalani isolasi secara mandiri dan dilalukan tracing keluarga (kontak erat),” tegas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Depok, Mary Liziawati, Senin (10/5/2022).

Mary menerangkan, swab tes dilakukan di lingkungan balaikota, kecamatan hingga Kelurahan se-Depok. Untuk dilingkungan Balaikota ada 13 orang positif, lalu di luar Balaikota sebanyak 6 orang positif.

“Ini menjadi langkah ketat pemerintah untuk terus menekan kasus covid di Kota Depok,” tegasnya.


Bahkan, antisipasi bukan dilakukan dengan swab tes. Sebelumnya Dinkes bergerak cekatan melakukan vaksin secara serentak di 11 kecamatan ketika bulan suci Ramadan. Swab tes dilakukan di berbagai titik area Kantor Pemerintah Depok, parkiran Setda, depan loket PBB, dan Aula Teratai.

Sementara, Walikota Depok, Mohammad Idris menegaskan, ASN yang hasilnya positif maka akan dilanjutkan dengan PCR, dan selanjutnya akan menjalani isolasi sementara dan diperkenankan menjalani work from home (WFH).

“Ini dilakukan karena adanya laporan dari Satgas Pusat ada penambahan kasus di beberapa daerah, seperti di DKI Jakarta dan Jawa Barat,” ungkap Walikota Depok, Mohammad Idris saat peninjauan, Senin (9/5/2022).

DKI Jakarta terjadi penambahan sebanyak 63 kasus, lalu Jawa Barat ada 26 kasus pascalebaran dan pasca mudik di tahun ini. Berdasarkan data dari google form untuk ASN Kota Depok, hanya 40 persen ASN yang melakukan mudik lebaran pada tahun ini.

“Ini jadi perhatian utama kami, semua ASN wajib di tes untuk antisipasi,” kata Idris.

Dilokasi berbeda, Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono juga melakukan pemantauan secara langsung swab tes di beberapa kecamatan, salah satunya Pancoranmas.

“Jadi ini memang dilakukan untuk kesiapan pelayanan bagi masyarakat setelah libur lebaran,” ungkapnya.

Ketika turun ke Kecamatan seluruh pegawai telah siap melayani warga, namun aktifitas masyarakat masih sepi. Berbeda halnya di Kelurahan sudah mulai ada aktifitas masyarakat yang membutuhkan pelayanan.

“Kita sekaligus beri arahan-arahan pada pegawai di Kecamatan dan Kelurahan, diharap semua bekerja aktif kembali dalam melayani warga secara maksimal,” tutup Imam. (rd/pojokjabar)