Pemkot Depok Wajibkan Para Asn Swab sebelum Masuk Kerja

ASN
Ilustrasi.

POJOKJABAR.id, Depok – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) melampirkan hasil tes swab Antigen negatif sebelum masuk kerja, dan melarang gelar halal bihalal.


“Jam kerja balik normal sebelum Ramadan,” ujar Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok, Novarita, Minggu (8/5/2022).

Di hari pertama masuk kerja, Novarita memaparkan tidak ada halal bihalal yang sudah menjadi tradisi masyarakat di Indonesia.

“Masuk seperti biasa tidak ada halal bihalal,” ujar Novarita.


Bukan tidak ada, maksud Novarita tidak akan ada halal bihalal di setiap ASN yang masuk. Setiap ASN wajib memperhatikan kondisi kesehatannya.

Terlebih, kepada para ASN yang berpulang kampung kehalaman masing-masing dan kembali bekerja setelah balik dari kampung.

“Kami aware kepada penyebaran Covid-19, apalagi ASN yang mudik,” ujar Novarita.

Novarita menegaskan, kepada semua ASN Depok agar segera melakukan swab Antigen baik mandiri ataupun lewat Dinas Kesehatan Depok yang sudah memfasilitasi.

“Sebelum masuk, mereka wajib swab, kalau besok ada yang belum swab, mereka bisa swab terlebih dahulu pada fasilitas Dinkes, ujar Novarita.

Hal ini membuat para ASN wajib melampirkan hasil tes Swab Antigen Negatif ketika masuk ke kantor. Novarita juga memaparkan untuk kebijakkan kuota ASN yang masuk diberikan kepada para kepala perangkat dinas yang bersangkutan.

“Ada yang 50 persen WFH ada juga 50 persen WFO,” tutur Novarita.

Novarita meminta kepada semua ASN agar terus menjaga kesehatannya masing-masing.

“Kami nomor satukan kesehatan dulu, agar tidak menimbulkan mata rantai Covid-19,” tutur Novarita.

Novarita Berharap, agar para ASN dapat mengikuti imbauan yang telah disebarkan dan dapat beraktivitas seperti sedia kala dengan keadaan sehat walafiat.

Perlu diketahui sebelumnya, Menteri Pendayagunaan ASN dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo telah menyetujui usulan untuk WFH (work from home) bagi PNS pasca libur lebaran 2022.

Kebijakan WFH PNS lebaran 2022 tersebut dimaksudkan untuk memecah kemacetan selama arus balik mudik lebaran. Adapun jadwal WFH untuk ASN setelah libur lebaran 2022 disusun oleh PPK masing-masing instansi.

Namun Menpan RB sudah memberikan himbauan bahwa jadwal WFH untuk ASN setelah libur lebaran 2022 dilaksanakan selama seminggu. Artinya, mulai Senin, 9 Mei 2022 sampai Minggu, 15 Mei 2022.

“Menteri PANRB memberi arahan kepada seluruh pejabat pembina kepegawaian (PPK) agar mengatur jadwal WFH di instansi masing-masing. WFH bisa diterapkan selama satu minggu setelah puncak arus balik lebaran pada 8 Mei 2022,” katanya.

Pelaksanaan WFH sifatnya himbauan untuk mendukung kelancaran arus balik, sehingga pejabat pembina kepegawaian (PPK) bisa mempertimbangkan berdasarkan kriteria yang disampaikan oleh Kapolri.

Meskipun begitu, Tjahjo Kumolo menegaskan instansi terkait tetap harus menjamin keberlangsungan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat sesuai karakteristik spesifik masing-masing instansi.

Bagi PNS yang tidak mengajukan cuti tahunan, maka pada Senin, 9 Mei 2022 wajib kembali bekerja, baik bekerja dari rumah (WFH) ataupun di kantor (WFO).

Selain itu, Tjahjo menilai penerapan WFH seminggu untuk PNS ini juga dapat diterapkan sebagai upaya isolasi mandiri (isoman) bagi para ASN setelah dari kampung halaman bertemu dengan keluarga.

“WFH juga jadi kesempatan untuk isoman agar mencegah adanya pertambahan kasus Covid-19,” tegasnya. (rd/pojokjabar)