Stok Darah di PMI Depok Menipis Selama Libur Lebaran

Ilustrasi.

POJOKJABAR.id, Depok – Belum banyaknya masyarakat yang melakukan donor darah karena masih libur lebaran, mengakibatkan ketersediaan kantong darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Depok menipis.


Kepala Markas PMI Kota Depok Imron Maulana mengatakan, bahwa saat ini stok darah sudah sangat menipis.

“Iya saat ini stok darah sangat menipis terutama jenis Packed Red Cells (PRC),” kata Imron, Jumat (6/5/2022).

Dia mengungkapkan, berdasarkan data 6 Mei 2022 jumlah stok darah yang tersedia di Depok anatara lain White Blood (WB) golongan darah A (3) kantong, B (3), O (4), AB (2). Sedangkan untuk jenis PRC golongan darah A (10), B (6), O (20), AB (4).


“Total stok darah WB 12 kantong, dan PRC 40 kantong,” tuturnya.

Sedangkan stok darah jenis lain, seperti Thrombocyte Concentrates (TC) tersisah 11 kantong, TC Aphresis kosong, Fresh Frozen Plasma (FFP) 41 kantong, dan Plasma Konvalesen tersisa 7 kantong.

“Total keseluruhan jenis darah dari berbagai golongan tinggal 111 kantong,” ucapnya.

Dia menjelaskan, idealnya di PMI Depok memiliki 400an kantong darah berbagai jenis dan golongan per harinya. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan darah warga Depok dan warga daerah lain yang membutuhkan.

“Karena kita gak bisa nolak kalau ada permintaan darah dari rumah sakit luar Depok untuk memberikan stok darah yang mereka butuhkan, dan kebetulan stoknya ada di kita walaupun gak banyak,” ungkapnya.

Dia mengakui, penipisan stok darah di Depok diakibatkan dari adanya libur dan cuti lebaran, serta banyaknya warga Depok yang mudik.

Sehingga mengakibatkan berkurangnya kegiatan donor darah secara masal baik di lingkungan masyrakat atau perkantoran.

“Biasanya kan suka ada bantuan donor darah dari kantor–kantor swasta dan pemerintah, hingga komunitas dan organisasi masyarakat. Karena libur jadi belum ada yang donor,” bebernya.

Untuk mengatasi penipisan stok ini, terpaksa pihaknya mengadakan sistim donor pengganti. Dengan demikian stok darah di PMI Depok tetap terjaga.

“Donor pengganti itu orang yang membutuhkan harus mencarikan pendonor untuk menggantikan darah yang dia ambil. Bisa dilakukan siapa saja yang bersedia,” pungkasnya. (rd/pojokjabar)