Minta Perlintasan Rawageni Depok Kembali Dibuka, Warga Terus Desak PT KAI dan Dishub

Warga Rawageni bersama Anggota DPRD Depok Babai Suhaemi saat lakukan dialog terkait membuka perlintasan kereta api. (Arnet/rd)

POJOKJABAR.id, Depok – Warga Rawageni bersama Anggota DPRD Kota Depok, Babai Suhaemi, akan segera mendesak PT KAI dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok untuk berdialog agar perlintasan Rawageni kembali dibuka.


“Ini adalah jalan utama bukan jalan lingkungan karena ada di dalam peta kota depok, makanya sama pemerintah itu dibeton dan diperbaiki,” jelas Babai di lokasi perlintasan kereta Rawageni, Jumat (6/5/2022).

Babai juga menekankan, bila perlintasan tersebut bukan dibuka oleh warga setempat, melainkan sudah ada puluhan bahkan ratusan tahun lalu. Sehingga harus ada solusi bagi warga melintas, karena ini menjadi hak utama masyarakat.

Selanjutnya kata Babai, kasus kecelakaan itu tidak dapat diprediksi sebab tidak ada yang ingin tertimpa musibah. Padahal pintu perlintasan resmi juga kerap terjadi kecelakaan.


“Jadi kalau sama sama ada kasus kecelakaan kenapa yang resmi tidak ditutup, kenapa perlintas ini (rawageni) ditutup,” kata politikus PKB itu.

Sebelumnya juga terjadi kasus di perlintasan kawasan tersebut, tepatnya Jalan Haji Dul yang kasus kecelakaanya menyebabkan satu orang tewas.

Sehingga ada upaya ke Dirjen Perhubungan untuk dikaji kembali penutupan perlintasan tersebut, karena dampak yang luar biasa setelah ada penutupan.

“jalan Haji Dul itu bukan jalan utama tapi dampaknya besar. Kalau perlintasan rawageni yang ditutup dan ini menjadi jalan utama, pasti akan berdampak lebih besar,” tegas Babai.

Langkah selanjutnya, Babai dengan warga akan mengundang pihak PT KAI dan dishub depok, untuk berdialog dan menyampaikan aspirasi masyarakat agar di buka jalan tersebut.

“Ya bentuknya surat yang akan di sampaikan langsungg ke pihak terkait tersebut. Insyaa Allah, senin sudah sampai undangannya,” beber Babai.

Sementara, Ketua RW1 Kampung Rawageni, Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, Jaelan menuturkan, seluruh prosedur agar perlintasan Rawageni sudah dilakukan, bahkan proses dialog sudah dijalankan.

“Mungkin karena kebentur ada lebaran jadi tertunda dulu. Nanti kalau selesai lebaran akan berlanjut lagi,” tutur Jaelani.

Tapi dipastikanya, perwakilan enam RW yang hadir bersama salah satu anggota dewan memang benar, tapi bukan demo untuk minta perlintasan buka.

“Kita sudah upaya, warga yang kurang ngerti sama proses yang sudah dilakukan dari awal oleh RT RW untuk tetap tenang dan mendukung,” tandasnya. (rd/pojokjabar)