Pasca Banjir, DPUPR Kota Depok Dahulukan Normalisasi Aliran Air

Kondisi setelah longsor dan banjir yang terjadi di RT 3/10 Kelurahan Curug, Kecamatan Cimanggis dan RT 4/22 Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Selasa (3/8).

Kondisi setelah longsor dan banjir yang terjadi di RT 3/10 Kelurahan Curug, Kecamatan Cimanggis dan RT 4/22 Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Selasa (3/8).


POJOKJABAR.com, DEPOK – Tak ingin banjir di RT4/22 Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos terulang. Selasa (3/8), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok terus berupaya menormalisasi aliran air Kali Cipinang yang sempat terhambat puingpuing longsor di RT3/10 Kelurahan Curug, Kecamatan Cimanggis.

Kepala DPUPR Kota Depok, Dadan Rustandi mengatakan, sebagai gerak cepat penanganan musibah tersebut, pihaknya melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) mengupayakan pembersihan puing-puing akibat longsor dua hari lalu.

”Sudah sejak kemarin, Satgas Banjir SDA bersiaga disana untuk melakukan normalisasi aliran air. Yang penting mengalir dahulu,” ujarnya kepada Harian Radar Depok (Group Pojoksatu.id), Selasa (03/08/2021).

Dia menambahkan, upaya tersebut didahulukan, khawatir jika aliran air terhambat maka terjadi banjir susulan. Pemasangan bronjong maupun perbaikan turap akan dikaji terlebih dahulu.

”Kalau ada yang rusak nanti Bidang SDA menggunakan material pemeliharaan. Yang penting itu tadi aliran air ngalir dulu. Akan ditindaklanjuti apakah perlu bronjong atau yang lainnya,” bebernya.

Sementara itu, Koordinator Satgas Banjir, Bidang SDA DPUPR Kota Depok, Nasir menuturkan, tidak ada hambatan selama pengerjaan normalisasi yang dilakukan sejak Senin (2/8). Sebanyak 20 personel dari dua regu yang berjibaku melancarkan aliran air kali Cipinang.

”Hambatan gak ada, sudah jelas kali itu tertutup, kemudian dibantu alat berat dari Green Lake, jadi lebih cepat proses pengerjaannya,” ucapnya.

Jika pengerjaan menggunakan alat berat tersebut lancar. Besar kemungkinan, proses normalisasi akan selesai dua hari lagi, atau Kamis (5/8).

”Saya rasa gak ada target, karena masih normalisasi. Kalau alat berat besok selesai, kemungkinan proses melancarkan air ini lusa (selesai),” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi C DPRD Kota Depok, Ade Firmansyah mengapresiasi kinerja cepat dari DPUPR melalui Satgas Banjir Bidang SDA dalam upaya menanggulangi banjir di wilayah tersebut.

”Saya apresiasi kerja DPUPR yang dengan cepat merespon bencana banjir. Dan segera ditanggulangi, menurunkan satgas dari kemarin hingga hari ini,” ucapnya.

Adapun, lanjut Ade, jika memang diperlukan alokasi anggaran guna menanggulangi perbaikan akibat bencana longsor tersebut. Kemungkinan, akan memanfaatkan anggaran ABT ataupun Belanja Tak Terduga (BTT).

”Mengenai anggaran penyelesaian sampai detail ke DPUPR. Apakah perlu alokasi anggaran khusus menghadapi pekerjaan itu atau dari DPUPR menanggulangi sendiri. Kalau memang diperlukan kondisinya bisa melalui ABT, jika memang urgent penyeledaiannya atau BTT,” tuturnya.

Terpisah, Ketua RW 22 Sukatani, Nartono yang didampingi Ketua RT4 Johan mengaku, khawatir terjadi banjir susulan, dia berharap agar dinas terkait dapat segera memperbaiki turap yang longsor ini, agar kejadian ini tidak kembali terulang.

“Kami harap ini dapat secepatnya diperbaiki, dan selama belum ada perbaikan kami meminta masyarakat sekitar selalu waspada apalagi ketika hujan turun dengan intensitas yang cukup deras,” tandasnya.

(RD/daf/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds