Bulan Agustus, Kota Depok Klimaks Covid-19, BOR dan Positivity Terus Menurun

Ilustrasi Corona

Ilustrasi Corona


POJOKJABAR.com, DEPOK – Tingkat keterisian atau Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit di Kota Depok terus berangsur turun. Data Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok menyebut pada 29 Juli 2021, terlihat jumlah kapasitas tempat tidur ICU terpakai sebanyak 126 dari total tersedia 138 tempat tidur (91,30%).

Sedangkan tempat tidur untuk isolasi terpakai 744 dari total tersedia 1.084 (68,63%). Tempat tidur karantina OTG terpakai 146 dari total tersedia 343 (51,73%). Tapi jangan girang dulu, diprediksi puncak Covid-19 baru akan terjadi di Agustus mendatang.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Depok, Alif Noeriyanto mengatakan, laju penyebaran virus Korona di Kota Depok masih fluktuatif sejalan dengan angka testing. Jika testing menurun, maka angka Covid-19 menurun, begitupula sebaliknya.

“Tapi memang di beberapa rumah sakit (RS), angka ketersediaan bed mulai ada dalam artian tidak sepadat dulu. Lalu oksigen untuk RS terbilang aman. Nah buat warga isolasi mandiri (Isoman) ini saya lihat belum tersedia,” katanya kepada Harian Radar Depok (Group Pojoksatu.id), Jumat (30/7).

Rencananya, IDI Kota Depok akan menyediakan oksigen secara gratis bagi masyarakat terpapar dan menjalani isoman. Saat ini sudah dalam proses pemesanan. “Sekarang yang susah kan tabungnya. Kalau isi ulang cukuplah di beberapa titik. Kami ingin sediakan gratis untuk masyarakat,” bebernya.

Alif menegaskan, Pemerintah Kota Depok serta masyarakat perlu waspada pada bulan Agustus mendatang, terlebih hari libur yang berdekatan. Kemudian, rata-rata puncak penyakit akibat virus di Indonesia di musim pancaroba.

“Diprediksi puncaknya awal sampai pertengahan Agustus. Makanya hati-hati, satu rentetan libur panjang, kedua musim pancaroba, ketiga belajar dari pengalaman tahun lalu di bulan-bulan ini pandemi meningkat. Ketika Jabodetabek meledak, pasti semua daerah juga,” ucapnya.

Alif juga mewaspadai ketersediaan oksigen bilamana lonjakan tersebut betul-betul terjadi. Serta mewaspadai masyarakat dari luar Kota Depok maupun klaster piknik. Jika kondisi lonjakan tersebut tidak terjadi, lanjut Alif, Indonesia diharapkan dapat segera terbebas dari wabah virus Korona. Semua lintas sektor harus melakukan tindakan preventif.

Harus sedia payung sebelum hujan. Apakah RS bisa melayani dengan baik, harus diapresiasi kerja keras tenaga kesehatan di RS. Puskesmas juga berusaha membantu masyarakat isoman dengan baik.

“RT/RW bekerja efektif walau angka kematian masih ada, tapi saya lihat tidak chaos di Depok. Beberapa ahli berbicara kalau kita ini negara terakhir keluar dari pandemi, saya rasa itu tidak akan terbukti jika kita bisa keluar dari lonjakan tadi, optimis,” katanya.

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds