PPKM Level 4, Stok Gas Melon di Kota Depok Dijamin Aman

Ilustrasi gas elpiji 3 kg

Ilustrasi gas elpiji 3 kg


POJOKJABAR.com, DEPOK – Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kota Depok menjamin keberadaan elpiji 3 Kg atau gas melon aman selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, sampai masa perpanjangan 2 Agustus mendatang.

Tetapi, terjadi tren penurunan kebutuhan masyarakat akibat sejumlah pembatasan usaha. Saat ini, ada 1.700.000 tabung yang disiapkan per bulan. Kepala Hiswana Migas Kota Depok, Ahmad Badri mengatakan, selama penerapan PPKM Darurat, pendistribusian gas tetap berjalan lancar. Dan stok gas melon masih tergolong aman.

“Alhamdulillah selama penyekatan distribusi kami lancar. Kondisi syok gas juga gak ada masalah, masih mencukupi,” ujarnya kepada Radar Depok (Group Pojoksatu.id), Selasa (27/07/2021).

Dia menambahkan, meski begitu terdapat penurunan permintaan akibat pembatasan tempat usaha dan pelarangan makan di tempat. Seperti tukang gorengan, warkop, dan lainnya.

“Melihat stok dari segi kebutuhan agak menurun. Karena memang usaha mikro tidak beroperasi,” bebernya.

Namun, pada momen Idul Adha 1442 H, terjadi kembali peningkatan permintaan hingga alokasi gas yang disiapkan ludes habis. Untuk setiap bulannya, terdapat 1.700.000 tabung gas melon 3 kg yang disiapkan.

“Pokoknya selama ppkm ini, stok LPG cukup. Sebetulnya cenderung berkurang permintaan, tetapi serapannya itu terbantukan oleh kondisi idul adha 1.7000.000 tabung alokasi per bulan dibagi dalam 26 hari kerja, jadi alokasi hariannya adalah sekitar 65.384,” tuturnya.

Ahmad mengungkapkan, apabila nanti menjelang momen hari-hari besar lain yang dirasa perlu melakukan penambahan, maka Hiswana Migas akan melapor kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Depok guna mengajukan ke Pertamina.

“Kalau nanti dirasa perlu, kami akan berkoordinasi dengan Pemkot Depok. Kita ada 17 agen di Depok, saya rasa kondisinya sama saja baik 3kg maupun 12kg,” jelasnya.

Terkait harga gas melon, sebenarnya dari agen tidak mengalami perubahan, namun seiring bertambahnya permintaan, biasanya warung atau di pasaran mengikuti permintaan yang ada.

“Harga gas 3kg di pangkalan itu sesuai dengan SK Walikota, yaitu Rp16 ribu, dan Rp133-135 ribu/tabung untuk 12kg,” terangnya.

Sementara itu, salah satu pedagang bakso di RT1/1 Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung, Dolay mengungkapkan selama PPKM Darurat, dirinya tidak merasakan adanya kenaikan maupun kelangkaan gas melon.

“Saya beli di warung. Harganya beda-beda di tiap warung. Sekitar Rp20-22 ribu per tabung,” tandasnya.

(RD/daf/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds