Zona Hijau RT Berkurang, 10.634 Anak dan Remaja di Kota Depok Positif Covid-19

Ilustrasi virus corona.  (pixabay)

Ilustrasi virus corona. (pixabay)


Dadang mengatakan, mereka kebanyakan tertular Covid-19 dari orang tua yang bekerja kantoran. Dengan demikian, anak dan remaja di Depok itu tertular dari klaster perkantoran hingga klaster keluarga.

Selain itu, Dadang juga mengatakan penularan Covid-19 di kalangan remaja terjadi karena mereka abai protokol kesehatan saat nongkrong dan berkumpul.

“Ini yang menyebabkan remaja terpapar karena saat nongkrong kerap berkumpul dan abai protokol kesehatan,” kata Dadang.

Untuk mencegah hal ini, Dadang meminta orang tua saat pulang kerja ke rumah tidak bersentuhan langsung dengan anak sebelum membersihkan diri, mandi, dan sebagainya.

“Setelah memastikan diri telah bersih, orang tua dapat berinteraksi dengan anak sehingga anak dapat terhindar dari penularan Covid-19,” ucap Dadang.

Selain itu, lanjut Dadang, orang tua dapat memberikan pengawasan kepada remaja yang beraktivitas atau bermain di luar rumah. Orang tua dapat mengingatkan kepada remaja untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dan tidak keluar apabila tidak memiliki kepentingan.

Saat disinggung soal anak dan remaja mengalami peningkatan terpapar Covid-19 karena terdapat varian baru Covid-19 di Kota Depok, Dadang mengatakan varian baru tersebut belum ditemukan di Kota Depok.

“Tidak, varian baru belum ditemukan. Anak dan remaja terpapar bukan karena virus (varian baru) tersebut,” tandas Dadang.

(rd/hmi/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds