Varian Delta Masuk Depok, Penularannya Bisa Berlipat-lipat

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil./Foto: Arief

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil./Foto: Arief


Ia melanjutkan, jika BOR di suatu daerah masih tinggi padahal sudah menaikkan jatah tempat tidur hingga 60 pesen, Pemprov Jabar disebut sudah menyiapkan antisipasi lanjutan yakni dengan menjadikan hotel maupun apartemen sebagai tempat isolasi. Selain itu, juga menyiapkan rumah sakit darurat.

“Sekarang dipersiapkan mengkonversi hotel, apartemen sebagai tempat isolasi dan RS (rumah sakit) darurat dalam bentuk tenda militer di lahan TNI-Polri yang sudah dikordinasikan,” ungkapnya.

Di samping itu, kata Emil, penguatan di level Puskesmas pun akan ditingkatkan. Sehingga yang masuk rumah sakit hanya pasien yang bergejala berat dan sangat berat. Sementara pasien gejala ringan dan sedang dapat di rawat di puskesmas.

“(serta) di area isolasi desa kelurahan yang sudah dibiayai dana desa,” imbuhnya.

Sebelumnya, Emil mengatakan, Pemprov Jabar pun telah bekerja sama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) untuk mengisi kekurangan tenaga kesehatan di RS yang rujukan pasien Covid-19 dan juga RS baru di Soreang.

“Kemarin kita sempat memberhentikan 500 relawan nakes karena pas salat Idul Fitri itu keterisian rumah sakit se-Jabar hanya 29 persen. Maka relawan-relawannya kami pulangkan dulu. Nah, sekarang kita panggil lagi karena memang kondisinya seperti ini,” tandasnya.

Terpisah, Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan, varian B16.17 atau dilabeli Delta oleh World Health Organization merupakan varian yang ditemukan di India sekitar April 2021.

“Tadinya dilabel dengan varian India, namun keberatan jika disebut varian negara mana, makanya disebut varian Delta,” tutur Tri Yunis kepada Radar Depok (Group Pojoksatu.id), Senin (21/06/2021).

Ia menyebutkan, karena penularan varian Delta cepat, sangatlah berbeda dengan varian Covid-19 yang asli. Varian asli bisa menimbulkan gejala dengan jangka waktu 3-10 hari. Sedangkan varian Delta tersebut akan menimbulkan gejela dalam jangka waktu tiga hari.

“Kemudian penularannya lebih banyak. Jika varian asli hanya menular ke satu atau dua orang sakit, kini varian Delta bisa berlipat-lipat kali, empat sampai delapan kali lipat,” bebernya.

Dari sisa gejalanya, varian asli biasanya menyerang bagian saluran pernapasan. Sementara gejala pada varian India bisa bermacam-macam dan berbahaya.

“Jika yang varian asli bisa menyerang kepada yang komorbid saja. Kini varian Delta sendiri bisa menyerang siapa saja, untuk orang yang punya komorbid dan lebih tua bisa lebih parah,” tambahnya.

Adanya varian Delta, menurutnya bisa jadi karena memang terjadi pasca klaster pertemuan lebaran, halal bihalal, dan lainnya. Tri menjelaskan, jika memang sudah terbukti ada varian baru yang masuk ke Kota Depok, Pemkot Depok harus segera melakukan kebijakan.

“Itu merupakan hak Walikota untuk memberitahu kepada masyarakatnya. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.

Menurutnya, pemerintah seharusnya melindungi masyarakat jika memang ada varian baru. Jika harus dilakukan pembatasan, harus dilakukan dengan tegas.

“Gubernur pun sudah berani bilang, maka Walikota juga harus berani bilang,” pungkas Tri.

(RD/muh/dis/**/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds