Prostitusi Online Moncer Saat Pandemi Covid-19

ilustrasi

ilustrasi


POJOKJABAR.com, DEPOK – Penggunaan aplikasi di media sosial tampaknya sudah banyak bergeser dalam pemanfaatannya. Salah satu aplikasi yang disoroti yaitu MiChat. Aplikasi tersebut diduga menjadi media online yang paling banyak dipakai dalam transaksi seksual. Siapapun bisa masuk dalam aplikasi tersebut, karena dalam aplikasi MiChat terdapat fitur yang bisa mencari orang terdekat.

Tim Radar Depok mencoba menelusuri dan mengungkap aktivitas prostitusi online yang menggunakan aplikasi MiChat. Pada Selasa (15/6) pukul 23.56 WIB tim membuka fitur pengguna yang ada di aplikasi tersebut. Banyak sekali perempuan yang ada di aplikasi MiChat menawarkan jasa cinta satu malam. Ada yang menawarkan lokasi di apartemen kawasan Margonda, hingga kos–kosan. Tim pun menjatuhkan pilihan pada seorang perempuan yang menggunakan nama akun Dian, karena lokasinya tidak jauh.

Sebelum berangkat ke lokasi, tim terlebih dahulu melakukan transaksi tawar menawar. Pertama tama, akun Dian ini mengirimkan templet pesan berupa harga sebesar Rp900 ribu sekali bercinta, dengan syarat dan ketentuan seperti wajib menggunakan kondom dan melarang perilaku seks anal.

Setelah proses tawar menawar yang alot, akhirnya disepakati harga untuk satu kali bercinta Rp300 ribu. Setelah terjalin kesepakatan melalui chat, barulah dia mengirimkan lokasi tempat tinggalnya melalui aplikasi tersebut. Yaitu di kawasan Situ Cilodong.

Pencarian alamat pun dimulai. Meski sempat mengalami kesulitan mencari tempat tinggalnya, karena berada di gang sempit, alamat yang dituju pun akhirnya ditemukan. Perempuan tersebut ternyata tinggal di sebuah kontrakkan, sebagian cat di dindingnya sudah luntur dan lampu teras cukup remang.

Begitu mendengar suara motor yang kami gunakan, perempuan itu langsung keluar dari dalam kontrakannya. ”Yang di MiChat ya, sini masuk aja, motornya taruh teras aja,” kata perempuan itu.

Perempuan itu terlihat kurus dengan make up tebal di wajahnya, mengenakan kaos hitam dan rok pendek yang juga hitam. Ketika ditemui, perempuan yang mengaku bernama Tasya ini sedang menikmati kentang goreng. “Ayo bang sambil ngemil, aku kebetulan baru beli cemilan dari luar,” tutur Tasya.

Kondisi kontrakan tersebut cukup memprihatinkan, dan kurang terurus. Kain dan sejumlah barang berserakan. Di ruangan depan tersedia karpet tipis, kemudian di ruangan tengah yang tersekat tembok ada sebuah kasur kecil. Mirisnya, di sudut WC tampak beberapa kondom bekas berserakan di lantai.

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds