Angka Penularan Covid-19 Tinggi, Pemkot Depok Perpanjang PSBB Hingga 28 Juni

Walikota Depok Mohammad Idris

Walikota Depok Mohammad Idris


POJOKJABAR.com, DEPOK – Angka 1.001 jiwa meninggal jadi bukti kalau Virus Korona (Covid-19) di Kota Depok benar-benar ganas. Jumat (18/5), enam warga diketahui meninggal  dan penambahan 511 warga positif.

Tingginya angka penularan membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 28 Juni.

Walikota Depok, Mohammad Idris menjelaskan, di dalam SK itu mengatur pembatasan di tempat kerja atau perkantora, agar menerapkan Work From Home (WFH) sebesar 70 persen, dan Work From Office (WFO) 30 persen dengan memberlakukan protokol kesehatan lebih ketat.

“Bagi WFO, harus memberlakukan protokol kesehatan lebih ketat, pengaturan waktu kerja secara bergantian, dan pada saat WFH tidak melakukan mobilisasi ke daerah lain,” ujarnya.

Kemudian, proses belajar mengajar masih harus digelar secara daring atau online. Untuk sektor esensial seperti kesehatan, bahan pangan, makanan, minuman, energi, komunikasi dan teknologi informasi, dan lainnya yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu, kebutuhan sehari-hari yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat tetap dapat beroperasi 100%.

“Dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat,” bebernya.

Adapun, lanjut Idris, operasional restauran dibatasi sampai pukul 21:00 WIB. Dengan aturan makan atau minum di tempat (dine in) paling banyak okupansi meja sebesar 50 persen. Tentu protokol kesehatan yang lebih ketat. Lalu, bagi layanan makan atau minum melalui pesan antar atau dibawa pulang tetap diizinkan sampai dengan pukul 21:00 WIB.

“Pusat perbelanjaan atau mall, operasional sampai pukul 21:00 WIB, prokes lebih ketat. Disertai pembatasan kapasitas pengunjung sebesar 50 persen. Disisi lain, aktivitas warga dibatasi sampai pukul 21:00 WIB,” tuturnya.

Lalu, kegiatan jual beli di pasar rakyat atau tradisional, dimulai pada 03:00 sampai 20:00 WIB. Dan jumlah pengunjung paling banyak 50 persen. Selanjutnya, kegiatan kontruksi beroperasi sepenuhnya (100 persen) dengan prokes lebih ketat.

Di tempat ibadah, kegiatan dilakukan pembatasan kapasitas sebesar 50 persen, dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat. Untuk resepsi pernikahan atau khitanan dibuka dengan pembatasan kapasitas paling banyak 20 persen yang bersifat mobile, setelah mendapatkan rekomendasi camat atau lurah.

“Kegiatan seni, sosial dan budaya dibuka dengan pembatasan kapasitas paling banyak 20 persen dan penerapan prokes lebih ketat,” ungkapnya.

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds