Sehari Delapan Meninggal Dunia, Pemkot Depok Ajak Warga Vaksinasi

Ilustrasi Vaksin Covid-19. Ist

Ilustrasi Vaksin Covid-19. Ist


POJOKJABAR.com, DEPOK – Makin hari Virus Corona (Covid-19) di Kota Depok mulai menggeluarkan taringnya. Faktanya Kamis (17/6), warga Depok yang terpapar bertambah sebanyak 394 jiwa. Jumlah tersebut lebih banyak dari hari sebelumnya : 305 jiwa. Parahnya lagi, ada delapan warga yang meninggal.

Adanya peningkatan kasus tersebut Pemerintah Kota (Pemkot) Depok rencanakan genjot vaksinasi di 36 puskesmas. Dalam live streaming Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Walikota Depok Mohammad Idris menyatakan, saat ini masyarakat sudah merasa seakan-akan normal kembali, sehingga lonjakan kasus juga terjadi di Kota Depok.

”Dampak lebaran pun dalam survei kami tidak signifikan dalam peningkatan penularan kasus Covid-19. Tetapi peningkatan kasus kali ini dari klaster-klaster lainnya,” ucap Idris.

Dari 5.000-an RT yang ada di Kota Depok, 4.200 RT merupakan zona hijau. Artinya tidak ada kasus. Sementara sisanya ada kasus dan masih zona oranye dan kuning. Dia mengatakan, tidak ada zona merah untuk wilayah berbasis RT, serta ada ketidak selarasan antara data PPKM skala mikro dengan BNPB.

Menurut walikota, data vaksinasi hingga Rabu (16/6), dari total sasaran 286.872. Baru terlaksana di dosis pertama yaitu 121.710 jiwa dan di dosis kedua 92,635 jiwa. Dari total sasaran tersebut diantaranya, Sumber Daya Kesehatan dari sasaran 15.583, dosis pertama terlaksana 12.510 jiwa dan dosis kedua 10.888 jiwa.

Sedangkan, untuk lansia dari sasaran 143.722 jiwa baru terlaksana di dosis pertama 28.673 jiwa dan di dosis kedua 24.104 jiwa. Serta pelayan publik di dosis pertama sudah dilakukan 80.527 jiwa dan dosis kedua 57.643 jiwa dengan total sasaran 127.567 jiwa.

”Ada beberapa kendala vaksinasi di Kota Depok, yang pertama jumlah vaksin yang diterima belum sesuai dengan kebutuhan, serta untuk lansia memang masih jauh dari sasaran. Karena masih banyak yang belum memahami pentingnya vaksin serta masih banyak yang takut,” terangnya.

Jika vaksinnya memadai, Idris mengatakan 36 puskesmas yang ada di Kota Depok bisa melakukan vaksinasi sekitar 3.000 sasaran setiap harinya. Dan itu bisa memenuhi jumlah sasaran yang ada.

”Sebenarnya ada 1,1 juta target yang harus divaksinasi sesuai rasio dari pusat yaitu 2,2juta penduduk,” terangnya.

Saat ini yang dilakukan Pemerintah Kota Depok yaitu pemantauan berjenjang mulai dari Satgas RT, RW atau Kampung Siaga Tangguh Jaya (KSTJ), kemudian tingkat kelurahan dan kemudian dipantau kecamatan.

Wakil Ketua 3 Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Sri Utomo menyebut, berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok per Kamis (17/6). Terjadi peningkatan kasus positif baru bertambah sebanyak 394 jiwa, total menjadi 53.001 jiwa. Sedangkan, untuk pasien positif Covid-19 yang sembuh bertambah sebanyak 77 jiwa, sehingga totalnya menjadi 49.171 jiwa. Adapun untuk jumlah kasus kematian akibat positif Covid-19 di Depok bertambah 8 orang, sehingga totalnya menjadi 995 orang. Kasus aktif sebanyak 309, sehingga totalnya menjadi 2.835 jiwa.

“Tolong jaga kesehatan semua. Sekarang lagi meningkat. Pakai masker dan jaga jarak serta hindari kerumunan,” jelas pria yang juga menjabat Plt Sekda Kota Depok ini.

Bagi warga Depok yang belum vaksin, kata dia, bisa datang ke RSUD Depok. Pelayanan vaksin sedari Selasa sampai Kamis pukul 09:00 hingga 12:00 WIB, di Gedung C Lantai 4 RSUD Depok. Sasaran vaksin yang pertama lansia berdomisili di Depok serta pendamping pengantar lansia, kedua ASN berdinas di Kota Depok, ketiga pendidik berdinas di Depok dan pralansia berusia 50 tahun keatas yang berdomisili di Depok.

“Vaksin juga bisa di RSUI dan puskesmas. Ayo datang ramai-ramai vaksin,” tandasnya kepada Harian Radar Depok.

(RD/tul/hmi/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds