Sehari 225 Kasus Covid-19 Terjadi di Kota Depok, Klaster Keluarga Jadi Pemicu

Virus Corona

Virus Corona


POJOKJABAR.com, DEPOK – Penambahan kasus Covid-19 secara signifikan terjadi di Kota Depok, masyarakat harus lebih waspada. Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok terjadi lonjakan kasus Covid-19 mencapai 225 kasus, pada Kamis (10/6).

Ketua Harian Tiga Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Sri Utomo menegaskan bahwa memang benar terjadi peningkatan kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Kota Depok, sebanyak 225 kasus. Ia menilai, lonjakan kasus tersebut dipicu dari klaster keluarga.

Selain itu, kasus meninggal juga mengalami peningkatan, yang sebelumnya 969 meningkat menjadi 972 kasus. Meski begitu, jumlah peningkatan juga terjadi pada pasien sembuh yaitu sebanyak 116 sembuh berdasarkan data Kamis (10/6).

”Sebenarnya memang ada lonjakan, hal itu dapat terlihat di Makara UI pasiennya semakin bertambah. Tetapi, pasien sembuh juga ada peningkatan 116 pasien, berdasarkan data hari ini,” ungkap Sri Utomo kepada Radar Depok (Group Pojoksatu.id).

Dengan adanya lonjakan kasus tersebut, Sri mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan, selalu memakai masker dalam setiap kegiatan. Terlebih klaster keluarga dan rumah tangga rawan terjadi serta sulit dihindari.

”Kami akan kembali menggencarkan woro-woro, untuk terus mengingatkan masyarakat agar selalu menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan, sebagai upaya memutus mata rantai Covid-19,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita menyebutkan, walaupun ada peningkatan kasus positif Covid-19, tetapi Kota Depok masih masuk dalam zona oranye.

”Peningkatan kali ini masih disebabkan oleh klaster keluarga. Karena memang setelah aktivitas di luar dan kembali ke rumah mereka bisa menularkan kepada anggota keluarganya,” ucap Novarita kepada Radar Depok (Group Pojoksatu.id), Kamis (10/6).

Terkait, peran Tenaga Kesehatan (Nakes) di tingkat kecamatan dan kelurahan dalam menangani kasus ini, Novarita mengatakan, alurnya masih sama sejak awal munculnya Covid-19.

”Jadi mereka melakukan tracing, setelah itu dilakukan pemeriksaan Swab di Puskesmas. Mereka juga rutin melakukan sosialisasi di masing-masing Puskesmas,” terangnya.

Terpisah, Penanggung Jawab (Pj) Pelayanan Medis Wisma Makara UI, Titin Hardiana mengatakan, hingga Kamis (10/6) pukul 06.00 WIB 120 bed yang ada terisi full.

”Tetapi kami belum bisa memastikan, karena data terbaru per Kamis akan diupdate pada malam hari,” ujarnya singkat.

(RD/tul/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds