Seminggu Pemudik Dilacak, 11 Kecamatan di Kota Depok Dirikan Posko Rapid Antigen

Rapid Tes Antigen di Pos Penyekatan SPBU Cilangkap, Minggu (16/5).

Rapid Tes Antigen di Pos Penyekatan SPBU Cilangkap, Minggu (16/5).


POJOKJABAR.com, DEPOK – Liburan hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah telah usai. Bagi pemudik yang lolos bisa pulang kampung jangan senang dulu. Minggu (16/5), guna mengantisipasi penyebaran Virus corona (Covid-19), Pemerintah Kota Depok bersama Polres Metro Depok serta Kodim 0508/ Depok melakukan beberapa cara. Seperti menggelar tes rapid antigen, hingga pendataan warga yang mudik.

Wakil Ketua 3 Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Sri Utomo mengatakan, sesuai arahan Walikota Depok, Mohammad Idris. Pihaknya harus melakukan pendataan penduduk yang telah pulang dari mudik, dengan berkoordinasi melalui camat, dan lurah setempat.

”Juga, butuh bantuan dari pengurus lingkungan setempat. Menginformasikan kepada mereka yang telah pulang dari mudik, agar melakukan isolasi terlebih dahulu selama 14 hari,” katanya kepada Harian Radar Depok (Group Pojoksatu.id), Minggu (16/05/2021).

Setelah melakukan isolasi selama dua pekan, lanjut Sri, mereka diimbau untuk melaksanakan rapid tes antigen oleh pihak puskesmas, sebelum betul-betul dinyatakan bebas dari paparan Covid-19.

”Kalau hasilnya positif, bisa langsung diisolasikan di Wisma Makara UI kemudian di treatmen, dan dilakukan tracing,” bebernya.

Dia menambahkan, pendataan tersebut digelar sampai seminggu kedepan atau 24 Mei mendatang. Salah satu cara untuk memonitor mobilitas warga yang telah berpergian keluar kota, yakni dengan Surat Dispensasi Keluar Masuk (SDKM).

”SDKM menjadi salah satu syarat monitoring bagi kelurahan. Ditambah informasi dari RT/RW. Karena memang mobilitas warga yang menggunakan SDKM ini tidak mudik, tetapi ada alasan khusus seperti sakit atau sanak saudara meninggal,” ucapnya.

Sri berharap, tidak terjadi lonjakan maupun kasus baru pada momen lebaran dan arus pulang mudik di Kota Depok ini. Terutama, biasanya di hari libur, memiliki potensi berkerumunnya masyarakat yang dapat menyebabkan penyebaran virus corona.

”Tapi memang, untuk kemarin masih cukup stabil mobilitas masyarakat di Kota Depok. Kita gak tau yang mudik ini bagaimana. Mudah-mudahan tetap dan tidak ada lonjakan kasus sehingga kita bisa terus memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita menjelaskan, mengantisipasi lonjakan arus balik pemudik 2021, pihaknya bekerjasama dengan TNI-Polri untuk mengadakan rapid antigen dan pemeriksaan surat keterangan hasil rapid antigen di dua titik pos penyekatan.

”Hari ini sudah dimulai di dua titik, ada di Pos SPBU Cilangkap dan Pos Penyekatan BSI Sawangan,” ungkapnya.

Satu titik, disediakan tiga ratus kit rapid antigen per harinya. Apabila didapati masyarakat yang terkonfirmasi positif, akan dilakukan tindakan lebih lanjut.

”Dua titik totalnya enam ratus kit. Dan berlangsung selama seminggu. Misalkan ada yang positif dan tidak bergejala, kami kirim ke wisma Makara, kalau bergejala ke rumah sakit,” ucapnya.

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds