Terminal Jatijajar Sepi, Warga Pilih di Rumah

Suasana Terminal Jatijajar, terpantau sepi setelah dilakukan penutupan operasional bis AKAP dan AKDP sementara, Kamis (6/5).

Suasana Terminal Jatijajar, terpantau sepi setelah dilakukan penutupan operasional bis AKAP dan AKDP sementara, Kamis (6/5).


POJOKJABAR.com, DEPOK – Masyarakat Depok bisa dikatakan sangat disiplin. Faktanya Kamis (6/5), saat penutupan operasional angkutan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP). Terminal Jatijajar di Kecamatan Tapos Kota Depok, yang sebelumnya dipadati pemudik, terpantau sepi.

Staf TU Terminal Jatijajar, Dudi Marsudi menerangkan, setelah ditutup pelayanan sejak 6 Mei pukul 24:00 WIB memang tidak ada lagi masyarakat yang datang, untuk melakukan perjalanan mudik.

”Sepertinya masyarakat memanfaatkan teknologi dengan baik, sehingga bisa melihat berbagai informasi yang ada. Termasuk penutupan sementara Terminal Jatijajar,” ucapnya kepada Harian Radar Depok (Group Pojoksatu.id), Kamis (06/05/2021).

Memang, menjelang penutupan masyarakat telah lebih dahulu melakukan perjalanan. Bahkan, di H-1 ada sekitar 700 penumpang dengan tujuan terbanyak yakni, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pelayanan Terminal Jatijajar di tutup hingga 17 Mei pukul 24:00 WIB, sehingga kembali beroperasi 18 Mei mendatang.

”Sebenarnya untuk peningatan penumpang, sudah terjadi sejak 1 Mei, berdasarkan data yang ada rata-rata perhari 700 hingga 1.000 penumpang, dengan berbagai tujuan,” jelasnya.

Dudi mengatakan, selama 11 hari ini yang beroperasi hanya perjalanan dalam kota saja, seperti Angkutan Kota (Angkot) dan Bus Rapid Transit (BRT) yang melayani perjalanan Margonda, Juanda dan Jatijajar.

”Untuk angkot dan BRT masih akan terus berjalan dan tidak ada pemberhentian sementara, hanya saja jumlah BRT yang tersedia hanya enam unit,” ujarnya.

Menurutnya, tanggal 18 mendatang menjadi pusat arus balik bagi maayarakat yang nekat melakukan perjalanan mudik.

”Karena memang saat ini banyak penyekatan, sehingga memang diperkirakan masyarakat kembali tanggal 18 Mei. Diharapkan tetap mematuhi segala protokol kesehatan yang ada,” tegasnya.

Berdasarkan pantauan Radar Depok, memang di hari pertama (Kemarin) penutupan tidak ada masyarakat yang datang dan hanya ada petugas yang berjaga saja. Anggota Polres Metro Depok juga datang dan siap memberikan himbauan kepada masyarakat, namun nyatanya sama sekali tidak ditemukan masyarakat yang datang untuk melakukan perjalanan mudik.

Sementara, Rusli Nuryadin warga Kelurahan Cilodong mengaku, sengaja tidak kembali pulang kampung ke Semarang memang sudah ada larangan dari pemerintah. Pun kalau dipaksakan nantinya malah rugi meteri dan tetangga. Mengingat, saat pulang kampung dia berama istri dan dua anaknya. Jadi biaya bus nantinya malah mubazir, tenaga juga habis di jalan.

“Saya sama keluarga urung pulang kampung. Khawatir dipulangkan. Lebih baik di rumah saja,” tandas pria berkacamata ini.

(RD/tul/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds

resepsi pernikahan kabupaten bekasi dilarang

Uji Coba PTM di Kota Bogor Dihentikan

Terkait penghentian uji coba PTM ini telah meminta Dinas Pendidikan untuk menyampaikan keputusan tersebut kepada sekolah-sekolah yang telah menyelenggarakan uji …