Ramadhan 1442 Hijriah, Pemkot Depok – Ormas Islam Kompak Larang Bukber

Ilustrasi

Ilustrasi


Selain itu, peringatan Nuzulul Quran dilaksanakan secara terbatas, dengan protokol kesehatan yang ketat. Sementara kegiatan salat tarawih keliling dan takbiran keliling ditiadakan.

Sedangkan pelaksanaan itikaf dan salat Idulfitri akan ditentuan kemudian, setelah mempertimbangkan perkembangan kasus Covid-19 di Kota Depok, serta akan menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah pusat dan atau pemerintah Provinsi Jawa Barat.

SE tersebut juga menyebutkan, bagi umat Islam tetap membayar zakat fitra dan zakat mal. “Petugas pengumpul dan pendistribusian tetap melakukan tugasnya sesuai ketentuan Menteri Agama Republik Indonesia dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat,” beber surat tersebut.

Terpisah, Ketua Umum MUI Kota Depok, Ahmad Dimyati Badruzzaman menerangkan, sebenarnya pihak MUI tidak melarang masyarakat untuk melaksanakan kegiatan buka puasa bersama.

”Tetapi, peraturan ini kan dibuat atas dasar kekhawatiran kembali meningkat kasus Covid-19 di Kota Depok. Saya rasa pemerintah yang lebih paham terkait zona penyebaran, sehingga kami MUI mengikuti apa yang menjadi peraturan,” bebernya.

Baginya, kalau memang akan menimbulkan penyakit memang lebih baik tidak melakukan hal-hal yang membuat kerumunan.

”Tetapi kalau sudah reda covidnya dan masih dilarang, tentu kita merasa prihatin karena ini juga merupakan ajang silaturahmi,” jelasnya.

Sementara, Ketua Muhammadiyah Kota Depok, Idrus Yahya mengungkapkan, berdasarkan surat edaran dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah juga sejalan dengan Pemerintah Kota Depok.

”Kegiatan buka bersama (takjilan), sahur bersama, tadarus berjamaah, iktikaf dan kegiatan lainnya di masjid atau musala yang melibatkan banyak orang tidak dianjurkan,” ucapnya kepada Radar Depok (Group Pojoksatu.id), Kamis (08/04/2021).

Karena baginya, kegiatan tersebut berpotensi meyebarkan virus Covid-19 seperti makan bersama, dan kegiatan lainnya yang mengumpulkan masa.

”Untuk pelaksanaan tarawih juga perlu melihat kondisi di masing-masing wilayah. Kalau memang di wilayahnya sudah aman, diperbolehkan namun dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat,” jelasnya.

Terkait larangan tersebut, Sekretaris Satpol PP Kota Depok, Fery Birowo menjelaskan, terkait patroli dan pemantauan pasti akan dilakukan untuk mencegah berbagai kegiatan kerumunan.

”Kalau untuk pemantauan pasti akan dilakukan, tetapi Satpol PP sifatnya hanya membubarkan dan memberikan himbauan saja,” pungkasnya.

(RD/tul/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds