Juli, SMA Se-Depok Siap Belajar Tatap Muka

Ilustrasi kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.

Ilustrasi kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.


POJOKJABAR.com, DEPOK – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar) memastikan SMA sederajat di Kota Depok sudah siap pembelajaran tatap muka (PTM). Hanya saja, Juli mendatang setiap satuan pendidikan wajib menyediakan dua metode pembelajaran: PTM dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Dan wali murid berhak memilih metode yang diinginkan.

Kepala Disdik Provinsi Jawa Barat, Dedi Supandi mengatakan, pada tahun ajaran baru nanti sekolah akan menerapkan PTM terbatas dengan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

”PTM terbatas yang dimaksud, satu kelas yang sebelumnya 36 siswa menjadi 12 atau maksimal 18 siswa. Jadi kita lakukan pembatasan,” ucap Dedi saat mengunjungi SMAN 4 Kota Depok, Kamis (8/4).

Tidak hanya itu, lanjut Dedi, setiap sekolah wajib menyediakan dua metode pembelajaran, baik PTM ataupun PJJ. Yang kemudian, para orang tua bisa bebas memilih. Nantinya, para orang tua memiliki hak untuk memilih apakah anaknya mau ikut metode PTM atau PJJ.

“Tetapi, terlebih dahulu sekolah yang sudah siap melakukan PTM, dapat mendaftarkan ke Dinas Pendidikan dan juga harus ada ijin dari gugus tugas di wilayah setempat,” terangnya kepada Harian Radar Depok (Group Pojoksatu.id), Kamis (08/04/2021).

Dia menyebutkan, setiap sekolah juga nantinya harus memiliki ruang khusus untuk melakukan pemeriksaan bagi siswanya. Bila nanti saat pelaksanaan PTM ditemukan kasus, maka pihak sekolah dan satuan pendidikan wajib memberhentikan sementara dan melakukan penanganan.

“Untuk itu, sekolah diharusnya memiliki ruang pemeriksaan,” tuturnya.

Menurutnya, hingga saat ini di Kota Depok seluruh sekolah sudah siap untuk pelaksanaan PTM, dan tinggal menunggu pelaksanaannya. Termasuk kesiapan para guru dan tenaga pendidik yang saat ini sedang proses vaksinasi.

“Semoga seluruh guru dapat menerima vaksin,” ungkapnya.

Soal vaksinasi, Dedi mengatakan, di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Provinsi Jawa Barat, sudah 98 persen guru di Kota Bogor telah divaksinasi. Sementara di Kota Depok sendiri, angka vaksinasi untuk para guru dan tenaga pendidik baru mencapai 45 persen.

“Saat ini kalau saya lihat kalau KCD II, Kota Bogor sudah 98 persen yang divaksin, nah ini Depok baru 45 persen, nanti akan kita prioritaskan segera sampai Juni,” tuturnya.

Dedi berharap, agar dalam proses PTM, Pemerintah Daerah wajib melakukan pengawasan secara ketat. Karena biar bagaimanapun, PTM merupakan bagian dari pembentukan karakter.

“Untuk itu, mari bersama-sama kita pastikan setiap anak di Depok mendapatkan haknya belajar dengan sehat, aman dan nyaman,” tandasnya.

(RD/tul/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds