Pengadilan Negeri Kota Depok Jerat Penerima Sabu 830 Gram Selama 13 Tahun Penjara

Ilustrasi

Ilustrasi


POJOKJABAR.com, DEPOK – Penerima sabu seberat 830,31 gram atas nama Mahlil Aziz dan Riski dijatuhkan hukuman selama 13 tahun penjara, oleh Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok. Putusan ini, lebih rendah ketimbang tuntujan Jaksa yang menuntut penjara selama 16 tahun.

”Menjatuhkan pidana kepada terdakwa terdakwa I Mahlil Aziz dan terdakwa II Riski oleh karena itu dengan pidana penjara masing-masing selama 13 tahun dan denda masing-masing sebesar Rp3 miliar, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayarkan, maka akan digantikan dengan pidana penjara masing-masing selama enam bulan,” kata Ketua Majelis Hakim, Nugraha Medica Prakasa, Selasa (2/3).

Dalam amar putusan, Majelis Hakim yang dianggotai Eko Julianto dan Divo Ardianto menyatakan bahwa, terdakwa I Mahlil Aziz alias Opal bin Aziz dan terdakwa II Riski alias Saidi alias Abang bin Sulaiman telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pemufakatan jahat tanpa hak atau melawan hukum menerima narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman yang beratnya melebihi lima gram.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum (JPU) Hengki Charles P menuntut terdakwa I Mahlil Aziz dan terdakwa II Riski terbukti bersalah melakukan tindak pidana percobaan atau pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotika golongan I yang beratnya melebihi lima gram sebagaimana diatur dan diancam Pasal 114 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

”Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa I Mahlil Aziz dan terdakwa II Riski dengan pidana penjara masing-masing selama 16 tahun dan denda sebesar Rp3 miliar subsidair enam bulan penjara,” tuntut Hengki dalam amarnya.

Awalnya, peristiwa tersebut bermula pada bulan November 2019, terdakwa II mendapatkan narkotika jenis sabu dari Zurkarnaen (daftar pencarian orang). Kemudian terdakwa II menitipkan sabu tersebut kepada terdakwa I.

Selanjutnya terdakwa II menghubungi terdakwa I untuk mengambil sabu di Taman Bambu Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat. Lalu terdakwa II memberikan nomor handphone terdakwa I kepada suruhannya Zulkarnaen (DPO).

Setelah terdakwa I sudah menerima sabu, lalu terdakwa I menghubungi terdakwa II dan diminta untuk menyimpan sabu tersebut.

Lalu, terdakwa II mentransfer uang kepada terdakwa I sebagai upah menyimpan sabu tersebut sebesar Rp 800.000,-. Kemudian sabu itu disimpan terdakwa I dirumahnya yang beralamat di Jalan Roda Pembangunan RT005/008 Kampung Srempet, Kelurahan Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Selanjutnya, Sabtu, 27 Juni 2020 sekira pukul 16.00 Wib, saksi Aris Subiyanto dan Franz Enrico Sitorus selaku anggota Kepolisian Ditresnarkoba Polda Metro Jaya berhasil menangkap terdakwa I di Jalan Raya Tapos RT001/011 Kelurahan/Kecamatan Tapos, Kota Depok.

Saat dilakukan penggeledahan terhadap terdakwa I, dari saku celana bagian belakang terdakwa I ditemukan barang bukti berupa satu bungkus plastik klip yang didalamnya berisi sabu dengan berat brutto sepuluh gram selanjutnya diberi kode A1, satu unit handphone merk Samsung warna hitam beserta sim card, satu unit handphone merk Nokia warna hitam beserta sim card, satu unit handphone merk Nokia warna putih beserta sim card, dan satu unit handphone merk iphone warna silver beserta sim card.

(RD/arn/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds