Manusia Silver di Kota Depok, Menantang Kanker Demi Rupiah

Dua orang manusia silver saat beraksi.

Dua orang manusia silver saat beraksi.


POJOKJABAR.com, DEPOK – Di beberapa perempatan jalan atau lampu merah, tak jarang kita lihat ada orang yang sekujur tubuhnya dibaluri cat berwarna perak, atau lebih dikenal dengan sebutan ‘Manusia Silver’ berjalan dan berkeliling mengais rezeki.

Sejumlah manusia silver yang ditemui mengaku, mereka berani beraksi seperti itu demi memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Apalagi di masa pandemi ini lapangan pekerjaan semakin sulit. Di sisi lain, cat untuk mewarnai tubuh ternyata memiliki dampak yang kurang baik bagi kulit.

Siang itu di Jalan Raya Sawangan, tak jauh dari Polsek Pancoranmas dan perempatan Jalan Mampang, tampak dua orang perempuan berkilauan badannya di tengah teriknya matahari. Dari ujung kaki hingga muka terbalur cat berwarna silver.

Salah satu di antaranya menadahkan sebuah toples ke pengendara yang melintas, sambil melakukan gerakan pantomim. Kedua perempuan itu berharap, lewat aksi mereka dapat mengais rezeki dari para pengendara.

Panasnya matahari mengalahkan tekad mereka. Kedua perempuan itu mencoba berteduh sejenak di sebuah selasar toko swalayan yang ada di sana. Mereka berharap, ada mobil bak terbuka lewat mau mengantar pindah ke lokasi lain yang akan dituju.

Kedua perempuan berlumur cat silver tersebut adalah Dian Puspita Sari (15) dan Winda Oktaviani (15). Mereka mengaku tinggal di kawasan Pitara Kelurahan Pancoranmas, Kecamatan Pancoranmas. Kepada Radar Depok Dian mengaku, baru dua bulan belakangan ini melakoni peran sebagai manusia silver. Seperti anak jalanan lainnya, kondisi ekonomi menjadi alasan mereka melakoni peran manusia silver.

“Kami mau bantu orang tua buat cari uang,” katanya.

Dian mengatakan, saat ini ia masih berstatus sebagai pelajar kelas IX di salah satu sekolah swasta di Kota Depok. Kegiatan menjadi manusia silver ia lakoni setelah selesai menjalani sekolah daring. Kedua orangtuanya merupakan keluarga pra sejahtera. Ayahnya seorang pemulung, sedangkan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga. Hal itu yang mendorongnya turun ke jalan menjadi manusia silver.

“Uang hasil di jalan ini sebagian saya kasih ke orang tua, sebagian lagi untuk jajan,” terangnya.

Senada, Winda mengaku, beraksi di jalan menjadi manusia silver untuk membantu orang tuanya mencari nafkah. Hanya saja ia tak seberuntung Dian. Ia harus putus sekolah lantaran tidak memiliki biaya.

“Ayah saya tukang ojek pengkolan, ibu saya hanya di rumah saja,” tuturnya.

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds