Hari Ini Diprediksi Banjir, Warga Kota Depok Harus Tetap Mawas Diri

Banjir merendam pemukiman warga di Komplek Marinir, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoranmas, Rabu (1/1/2020). Dok

Banjir merendam pemukiman warga di Komplek Marinir, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoranmas, Rabu (1/1/2020). Dok


POJOKJABAR.com, DEPOK – Warga Kota Depok harus tetap mawas diri. Apalagi, yang tinggil dekat bantaran kali. Hari ini, Tim Reaksi Analisis dan Kebencanaan (TREAK) PSTA-Lapan memperkirakan Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek) kedatangan banjir besar.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini bahaya banjir untuk enam provinsi di Pulau Jawa pada 18 – 19 Februari. Informasi dari BMKG itu juga dibuktikan melalui Sadewa-Lapan. Sadewa adalah aplikasi sistem peringatan dini atmosfer ekstrem berbasis satelit dan model atmosfer yang dikembangkan litbang LAPAN.

”Informasi tersebut juga dibuktikan oleh hasil prediksi Sadewa-LAPAN yang menunjukkan bahwa hujan ekstrem mulai terjadi di kawasan Jakarta sejak pukul 23:00 WIB dengan intensitas yang meluas dan memanjang hingga meliputi Bekasi, Depok, Tangerang bahkan hingga Karawang,” tulis Tim TREAK dalam keterangannya, yang diterima Harian Radar Depok (Group Pojoksatu.id), Kamis (18/02/2021).

Sadewa-LAPAN memunculkan prediksi, hujan ekstrem akan mencapai intensitas maksimum pada pukul 05.00 WIB.

”Setelah itu, intensitas akan berkurang terhadap waktu namun hujan dalam skala meso atau luas akan persisten terjadi sepanjang hari hingga pukul 17.00 WIB di kawasan Jakarta dan sekitarnya,” kata TREAK.

Pada Kamis sore ini, juga diprediksi akan terbentuk hujan di kasawan Bogor dan sekitarnya dan menjalar ke utara menuju Jakarta dengan peningkatan intensitas hujan yang terjadi pada tengah malam, sekitar pukul 23:00 WIB.

”Hujan di Jakarta bahkan masih akan terjadi hingga pukul 04:00 WIB pada tanggal 20 Februari 2021. Hujan ekstrem dini hari ini sangat erat dipengaruhi oleh penguatan CENS dan angin utara di Laut Jawa yang bersifat sangat lembap,” katanya.

”Semua pihak diharapkan selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir besar yang dapat terjadi pada 19-20 Februari 2021 secara luas di Jadetabek, sebagaimana yang pernah terjadi pada 1 Januari 2020.,” tulis PSTA-LAPAN menutup laporannya.

Sementara itu, Kabid Penanggulangan Bencana, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok, Deni Romulo mengatakan, pertengahan Februari hingga Maret nanti diperkirakan akan menjadi puncak musim penghujan di Depok.

”Kita dapat data dari BMKG, intensitas hujan akan tinggi-tingginya di Februari pertengahan dan puncaknya di Maret nanti,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, untuk mengantisipasi puncak musim penghujan di Maret nanti, pihaknya sudah melakukan persiapan penanggulangan kebencanaan,. Seperti penyiagaan personel di titik – titik rawan bencana, pengecekan dan persiapan prahu karet, dan suplai mesin pompa ke tempat rawan banjir.

”Tentunya kami berharap tidak ada bencana yang terjadi, tapi kalau alam berkata lain kami sudah siap,” tandasnya.

(RD/dra/hmi/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds