Banjir di Kota Depok Masih Tipis-tipis

Pengendara bersama warga saat melewati jala Kampung Utan, Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung, yang terendam air sekitar 50 hingga 60 centimeter karena hujan yang mengguyur Kota Depok, Senin (8/2).

Pengendara bersama warga saat melewati jala Kampung Utan, Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung, yang terendam air sekitar 50 hingga 60 centimeter karena hujan yang mengguyur Kota Depok, Senin (8/2).


POJOKJABAR.com, DEPOK – Air yang dari langit deras menghujam Kota Depok, Senin (8/2/2021). Di tambah lagi, aliran Sungai CIliwung yang melintasi meluap. Tak ayal, sejumlah daerah yang menjadi langganan banjir tergenang hingga ketinggian 50 centimeter (Cm) di Kota Depok.

Salah satu warga Kampung Utan, Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung, yang berprofesi sebagai pedagan isi ulang, Sutaryono mengatakan, banjir sudah terjadi sejak Minggu (7/2) malam, dan sudah menjadi langganan, jika hujan turun selama satu jam tanpa adanya air kiriman dari Bogor.

“Kalau ditanya kenapa, ya karena warga sini juga masih buang sampah semabarang, kan kalinya juga sempit, kalau mampet airnya langsung meluap,” terangnya saat dikonfirmasi di lokasi, Senin (8/2).

Sementara, informasi yang dihimpun sekitar pukul 20:00 WIB, ketinggian air di kawasan Kampung Utan kembali tinggi, sampai pinggang orang dewasa. Ketua RW4 Kelurahan Pondok Jaya, Djarot menyebut, akibat tingginya air di kawasan tersebut, membuat jalan tidak dapat di lalui kendaraan roda empat.

“Iya sekarang naik lagi. Kalau hujan deras pasti banjir tinggi lagi, sekarang tidak bisa dilalui moto, harus muter jalannya,” tegasnya kepada Radar Depok (Group Pojoksatu.id).

Dari pantauan di lapangan, memang tidak jarang motor yang melintas menjadi mati karena tidak mampu menerjang banjir tersebut. Alhasil, warga setempat membantu para pengendara yang kendaraannya mengalami mogok.

Tak hanya itu, di kawasan Kampung Belimbing RW3 Kelurahan Pancoranmas, Kecamatan Pancoranmas. Warga setempat juga mengatakan hal serupa. Air telah menggenang di kawasan tersebut sejak malam akibat kiriman air Bogor. Sehingga anak sungai yang melintas di kawasan tersebut tidak mampu menampun volume air.

Hal ini membuat kawasan Kampung Belimbing terendam air dengan ketinggian semata kaki orang dewasa atau sekitar 10 hingga 20 centimeter. Hingga merendam puluhan rumah yang berada di RT3 RW3 Kelurahan Pancoranmas.

Selain itu, lokasi Taman Duta menurut laporan yang didapat masih mengalami banjir meski tidak setinggi biasanya. Ketinggian air pada kawasan tersebut mencapai 10 hingga 20 centimeter, sehingga tidak menggangu aktifitas di kawasan tersebut.

Koordinator Yayasan Sahabat Ciliwung, Hidayat Al Ramdhany menuturkan, masih terus memantau kondisi terkini Sungai Ciliwung bersama komunitas ciliwung yang ada di Kota Depok, serta petugas seperti Tagana, Satgas Banjir, dan lapisan masyarakat.

“Memang tadi pagi di pos pantau panus sempat siga 2, semua petugas standby untuk antisipasi karena air kiriman melintas,” terangnya.

Senjak ketinggian terus meningkat, petugas sudah bersiap menyediakan pompa untuk siaga terutama di titik rawan banjir. Ada laporan terkait banjir di permukiman warga, namun cepat kembali surut. Namun, kabar terkini pada pos pantau di Jembatan Panus, pada pukul 21:00 WIB ketinggian air berada di 200 centimeter atau sama dengan siaga 4.

(RD/arn/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds