Diguyur Hujan, Belasan Makam Pasien Covid-19 di Kota Depok Amblas

Koordinator TPU Karabha Tapos, Tajudin saat memperbaiki salah satu makam yang amblas akibat hujan deras yang menghujam Kota Depok, sekitar ada 11 makam yang mengalami amblas dan sedang dalam perbaikan, Kamis (4/2/2021).

Koordinator TPU Karabha Tapos, Tajudin saat memperbaiki salah satu makam yang amblas akibat hujan deras yang menghujam Kota Depok, sekitar ada 11 makam yang mengalami amblas dan sedang dalam perbaikan, Kamis (4/2/2021).


POJOKJABAR.com, DEPOK – Intensitas hujan yang turun tak henti-henti di Kota Depok, ternyata tidak hanya mengancam masyarakat yang masih hidup. Kamis (4/2/2021), belasan makam di TPU Karabha Tapos amblas kena imbas hujan yang menghujam.

Kuat dugaan, makam yang umumnya buat jenazah Covid-19 tersebut petinya yang berbahan kayu sudah lapuk. Kepada Harian Radar Depok, Koordinator TPU Karabha Tapos, Tajudin menjelaskan, setiap jenazah yang bersemayam di lokasi ini, wajib menggunakan protokol kesehatan, salah satunya menggunakan peti. Sehingga jika peti tersebut lapuk, tentu tanah akan amblas.

“Itu berarti petinya sudah lapuk, jadi tanah turun. Apalagi dari kemarin hujan terus, jadi cepat amblasnya,” terangnya kepada Radar Depok (Group Pojoksatu.id) saat di lokasi, Kamis (4/2).

Namun, amblasnya makam tersebut dikatakan Tajudin, adalah hal yang biasa, mengingat intesitas hujan serta curah hujan masih tinggi. Tanah yang amblas akan mengisi ruang yang kosong karena peti sudah hancur.

“Jadi nanti kita padatin lagi tanahnya, baru setelah itu diuruk tanah lagi biar bisa rapih kembali. Ini semua mau dikerjakan,” kata Udin -sapaan akrabnya-.

Saat ini di TPU Karabha Tapos sudah terisi 180 jenazah, seluruh yang disemayamkan di makam tersebut wajib dengan protokol kesehatan penuh. Setiap hari selalu ada jenazah yang masuk ke TPU yang baru digarap Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok.

“Semua wajib protokol kesehatan, karena surat keterangan dari rumah sakit, banyak jenazah yang dimakamkan dengan status penyakit menular, tapi tidak ada penjelasan karena covid atau tidak,” bebernya saat dikonfirmasi.

Semenjak TPU tersebut di buka ada sekitar 10 petugas makam yang mengurus seluruhnya. Semua petugas tersebut diambil dari TPU Kalimulya untuk memaksimalkan pelayanan pemakaman.

“Semua ini saya ajak dari TPU Kalimulya, sekarang fokus kerja di sini. Karena setiap hari kami menyediakan dua sampai tiga lubang makam,” ungkap Udin.

Sementara, Kepala UPTD Pemakaman pada DLHK Kota Depok, Hasudungan membenarkan, kejadian makam yang amblas. Pihaknya telah berkoordinasi dengan petugas bahwa seluruh makam akan diperbaiki sekarang.

“Iya itu karena hujan dan sekarang harus pakai peti jadi ada sisinya yang kurang padat, jadi tanahnya turun mengisi sisi yang kosong. Sudah langsung dirapihkan sama petugas, saya sudah koordinasi dengan pak Tajudin selaku koordinator di TPU Karabha Tapos,” jelasnya.

Terkait keluarga jenazah sudah mengetahui atau belum, Hasudungan menjelaskan belum mengetahui soal itu, sebab dirinya belum memastikan ke petugas makam.

(RD/arn/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds