Protokol Kesehatan Meningkat, Kota Depok Zona Oranye Covid-19

Ridwan Kamil. Foto/Arif

Ridwan Kamil. Foto/Arif


POJOKJABAR.com, DEPOK – Kabar gembira dirundung Kota Depok. Senin (25/1), Depok dinyatakan tak lagi kota yang paling tidak disiplin soal Covid-19. Bukan hanya itu, setelah tujuh pekan divonis zona merah kini disulap menjadi zona oranye. Perhitungan zona risiko ini bersumber dari indikator Kesmas yang ditetapkan oleh Satgas Pusat.

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil mengatakan, Kota Depok yang pekan lalu menjadi daerah yang paling tidak disiplin, kini sudah naik peringkatnya.

“Saya ucapkan selamat buat Kota Depok. Minggu lalu sempat kurang disiplin, sekarang tidak masuk zona bawah,” kata dia, dalam konferensi pers daring di Gedung Sate, Bandung, Senin (25/1).

Gubernur tidak memerinci peringkat Kota Depok. Pekan lalu, Kota Depok menjadi daerah yang paling tidak disiplin. Pekan ini giliran Pangandaran, serta Kota Tasikmalaya berada di peringkat terbawah, sebagai daerah yang paling tidak disiplin protokol kesehatan.

Menurut pria yang akrab disapa Kang Emil itu, ada dua kategori penilaian. Pertama kepatuhan memakai masker. Minggu ini wilayah yang paling patuh memakai masker, 91 persen adalah Kota Bandung.

“Alhamdulillah. Yang paling tidak patuh memakai masker kabupaten Pangandaran, hanya 65 persen,” kata Emil.

Sementara penilaian selanjutnya pada disiplin jaga jarak. Peringkat tertinggi dipegang Kabupaten Bandung dengan penilaian 89 persen.

“Yang paling tidak patuh menjaga jarak adalah Kota Tasikmalaya, 63 persen,” bebernya.

Menurut Emil, tidak semua kepala daerah di Jawa Barat memahami cara penghitungannya. Penghitungan penerapan disiplin protokol kesehatan tersebut dilakukan BNPB, dan Kementerian Kesehatan lewat survei yang melibatkan petugas polisi, TNI, serta Satpol PP.

Jadi, lanjut Emil, BNBP dan Kemenkes itu punya aplikasi pelaporan untuk kedisiplinan. Aplikasi pelaporan itu dilakukan, kalau TNI : Babinsa, kalau Polri : Babinkamtibmas, kalau sipil : Satpol PP. Mereka mendatangi ruang-ruang publik, jalan, pasar, taman, kemudian menghitung titik-titik sampel itu secara digital, harus dilengkapi dengan foto.

“Kira-kira begitu. Artinya metodenya adalah itu. Dari situ diakumulasi total 1 minggu, keluarlah persentase,” jelas Emil.

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds