Kota Depok Jadi Kota Paling Tidak Patuh Jaga Jarak, Walikota Minta Klarifikasi Ridwan Kamil

Walikota Depok, Mohammad Idris

Walikota Depok, Mohammad Idris


POJOKJABAR.com, DEPOK – Walikota Depok, Mohammad Idris menanggapi pernyataan yang dilontarkan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Kritikan gubernur dinilai walikota tidak berdasarkan standarisasi dan transparansi nilai. Diketahui gubernur belum lama menyebut tingkat kepatuhan Kota Depok, yang paling rendah terhadap menjaga jarak.

Walikota mengatakan, kritikan yang dilontarkan Ridwan Kamil, harusnya berdasarkan standarisasi dan transparansi nilainya.

“Sebelumnya, penilaian tentang zona yang siaga satu, kami minta klarifikasi standarisasi penilainnya seperti apa,” tuturnya kepada Harian Radar Depok (Group Pojoksatu.id).

Idris melajutkan, bukan maksud menolak kritik, namun jangan sampai efek dari perkataan Ridwan Kamil menjadi masalah baru.

“Bukannya kami menolak kritik, namun kami minta klarifikasi,” katanya.

Menurut walikota, jangan sampai pernyataan tersebut malah membuat spirit warga, Satgas Covid-19, termasuk juga kampung siaga melemah. Kemudian, pandemi Covid-19 telah banyak membuat warga Depok merasa cemas. Jangan sampai banyak pernyataan yang tidak mendasar, membuat masyarakat semakin cemas.

“Coba statementnya diklarifikasi. Diberi tahu standarnya. Kalau memang mendatangkan masalah, jangan sampai keinginan baik, tapi malah mendatangkat mudarat yang lebih besar,” lanjutnya.

Idris tidak mengatakan bahwa hal tersebut tidak benar. Dan dia berharap, dengan kritikan ini bisa menjadi pecut bagi masyarakat Kota Depok, agar lebih patuh dalam masalah menjaga jarak.

“Saya tidak mengatakan itu tidak benar ya. Mari kedepannya kita sama-sama hadapi pandemi dengan spirit dan semangat,” tegasnya.

Seperti diketahui, Gubernur Jabar Ridwan Kamil, merilis hasil evaluasi penerapan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) atau PSBB Proporsional di sejumlah daerah di Jabar. Berdasarkan wilayah, sejak dimulainya penerapan PPKM hingga 15 Januari 2021, ada tiga daerah dengan tingkat kepatuhan memakai masker terbaik. Yakni Kota Bekasi, Kota Bandung, dan Kota Cimahi.

Sementara, untuk kepatuhan memakai masker terendah adalah Kabupaten Tasikmalaya (tidak termasuk 20 daerah PPKM), Kota Tasikmalaya, dan Kabupaten Pangandaran. Kemudian, untuk kepatuhan menjaga jarak terbaik adalah Kota Bekasi, Majalengka, dan Bandung Barat. Sedangkan, kepatuhan menjaga jarak terendah adalah Kota Depok, Kota Tasikmalaya, dan Kabupaten Garut.

(RD/dis/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds