Pilkada 2020, Milenial Peduli Depok Kawal Kemenangan Pradi-Afifah

Milenial Peduli Depok bertekad mengawal kemenangan Pasangan Calon (Paslon) Nomor Urut 1 Pradi Supriatna-Afifah Alia, hingga 9 Desember.

Milenial Peduli Depok bertekad mengawal kemenangan Pasangan Calon (Paslon) Nomor Urut 1 Pradi Supriatna-Afifah Alia, hingga 9 Desember.


POJOKJABAR.com, DEPOK – Didasari masih adanya kekuasaan satu kelompok dan oligarki politik di Kota Depok. Kamis (3/12/2020), Milenial Peduli Depok (MPD) bertekad mengawal kemenangan Pasangan Calon (Paslon) Nomor Urut 1 Pradi Supriatna-Afifah Alia, hingga 9 Desember. Terutama pada isu-isu sensitif yang membuat disintegrasi bangsa, baik itu SARA maupun hoaks.

Inisiator Millenial Peduli Depok, Ahmad Rifai menyebut, sehubungan dengan akan diadakannya Pilkada serentak Tahun 2020. Millenial Peduli Depok muncul untuk melawan segala hal-hal yang berbau SARA dan hoaks. Hal ini dilakukan demi menjaga demokrasi Pancasila sebagai pedoman utama, dan mereduksi nilai-nilai oligarki politik sebagai kestabilan berdemokrasi di Kota Depok.

“Kami melihat 15 tahun ini Kota Depok hanya dikuasai hanya satu kelompok. Makanya kami hadir dan mendeklarasikan diri ingin mengawal kemenangan Pradi-Afifah yang dinilai lebih terbuka dan inovatif,” jelasnya.

Rifai mengaku, hingga hari ini (kemarin) dia sama sekali belum bertemu dengan Pradi maupun Afifah. Tapi, melihat dari program dan saat debat pasangan Calon Walikota dan Walikota no 2 sangat inovatif. Seperti diketahui, 15 tahun pembangun pesat hanya ada di Margonda. Tapikan, Kota Depok bukan hanya Margonda. Banyak wilayah yang butuh berkembang juga.

“15 tahun Depok belum merata pembangunan maupun perekonomiannya,” beber dia.

Inisiator Millenial Peduli Depok lainnya, Abi Wijaya Kusuma menjelaskan, melihat kondisi saat ini, Komunitas Millenial Peduli Depok (MPD) hadir untuk mengampanyekan hal-hal terkait isu-isu sosial, kesenjangan ekonomi, politik, budaya dan pembangunan di Kota Depok. MPD mendorong millenial jauh lebih unggul dan produktif. Sehingga, membuat Kota Depok lebih nyaman dan bertoleransi dalam beragama serta nasionalis religius.

“Perlunya inisiatif dari millenial dan intervensi dari pemerintah secara tepat dan berkala serta berkesinambungan, Ini untuk menciptakan atmosfer baru untuk Depok,” ujarnya.

Ketika Pradi-Afifah menang, pihaknya akan menyampaikan poin-poin berikut: Millenial perlu membangun komitmen untuk memajukan Kota Depok dalam membentuk SDM yang unggul, Millenial perlu membuka ruang isolasi agar dapat memainkan peran serta memberikan inovasi sesuai dengan bidangnya, khususnya dalam pemberdayaan ekonomi.

Millenial perlu membangun infrastruktur baik konvensional maupun digital guna menyinergikan elemen-elemen yang ada di masyarakat. Millenial perlu mentransformasikan segala bentuk aspirasi berupa campaign untuk menyejahterakan kemaslahatan umat. Kemudian, millenial perlu memperdalam diri untuk mengambil peran dalam membangun karakter Bangsa (Depok), demi melahirkan millenial yang inovatif dan progresif.

Terakhir, kata dia, milenial mendorong dan bersinergi dengan pemerintah pusat dan daerah dalam upaya menerapkan protokol kesehatan di setiap kegiatan masyarakat. Initnya, pasangan Pradi-Afifah diyakini dapat menang di Pilkada Depok.

“Kami terbentuk dari mahasiswa yang menuntut ilmu di Kota Depok. Pembangunan dan perekonomian Depok harus merata,” tandasnya.

(dis/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds