Anggota DPRD Fraksi PDIP, Imam Turidi Dilarang Reses oleh RW Pro Idris-Imam di Wilayahnya

Anggota DPRD Kota Bekasi, Fraksi PDIP, Imam Turidi.

Anggota DPRD Kota Bekasi, Fraksi PDIP, Imam Turidi.


POJOKJABAR.id, DEPOK – Diduga berafiliasi ke PKS atau Pasangan Calon (Paslon) Nomor Urut 2, Mohammad Idris-Imam Budi Hartono, Ketua RW03 Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji melarang Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi PDI Perjuangan, Imam Turidi menyerap aspirasi warganya.

“Tidak mengizinkan saya reses di sana (RW02 Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji. Red). Padahal, kami sudah baik-baik minta izin dan mau memberi undangan reses,” kata Imam Turidi.

Bahkan, sambung wakil rakyat daerah pemilihan (Dapil) Kota Depok 2 (Beji, Cinere, Limo) ini, warga di lingkungan tersebut sudah antusias menerima kunjungan dan agenda reses dirinya sebagai dewan yang akan menyapa dan menyerap aspirasi.

“Janganlah terlalu sempit pola pikir sebagai pendukung Paslon yang pada akhirnya jadi masyarakat yang dikorbankan. Ada agenda reses kok dilarang, ini jelas memberikan pendidikan tidak baik dari ketua RW dan menjadi preseden buruk bagi warga,” geramnya.

Ia melanjutkan, tahapan kampanye Pilkada memang sedang berlangsung. Namun, jangan karena berbeda dukungan menjadi kekhawatiran tidak mendasar. Sehingga, reses yang sejatinya untuk menggali informasi kebutuhan dan problematikan di lingkungan menjadi dilarang.

“Padahal saya akan menyapa warga dan berbagi pengalaman, bertukar fikiran, menyerap aspirasi secara langsung, bukan dalam rangka kampanye. Namun, dihalang-halangi oknum yang punya pola pikir sempit dan mengedepankan arogansi sebagai ketua lingkungan karena berbeda pilihan dengan saya,” ketusnya.

Menurut Imam Turidi, seharusnya seorang ketua lingkungan harus memberikan kesempatan seluas-luasnya ketika ada agenda reses, karena muaranya untuk kepentingan serta bermanfaat bagi warga dan pembangunan di wilayah tersebut.

“Ini tidak boleh didiamkan, harus ada tindaklanjut dan perlu penjelasan secara detail. Kalau protokol kesehatan, tentu ada protokol reses di masa pandemi Covid-19, kita akan tindaklanjuti hal ini,” tegas Imam.

Imam menambahkan, hal semacam ini adalah miniatur Depok yang terlalu berlebihan dalam mengkotak-kotakan warganya, demi kepentingan pribadi atau organisasi malah mengorbankan khalayak di wilayahnya.

“Saya sudah coba hubungi, tapi tidak pernah diangkat telepon saya. Harus tobat RW model begini, agar diampuni dosa-dosanya karena menghambat warga nya yang ingin bertatap muka dengan wakil rakyatnya,” tutup Imam.

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds