Insentif Dituding Tak Merata, Relawan RSUI Minta Kejelasan

Ilustrasi

Ilustrasi


POJOKJABAR.com, DEPOK – Relawan Rumah Sakit UI (RSUI) meminta kejelasan perbedaan insentif yang dialami sebagian para relawan. Pasalnya, perbedaannya mendapai 50 persen lebih. Pihak RSUI dinilai tidak melakukan keterbukaan perbedaan insentif.

Salah satu Relawan RSUI bidang scranning, Rizki Putri menjelaskan, insentif yang turun bulan ini adalah bagi sebagian relawan yang masuk pada bulan Juni hingga Juli. Bagi relawan yang masuk pada Maret tidak menerima, karena sudah turun bulan sebelumnya.

”Kami bukan masalah tidak dapatnya, tapi soal perbedaannya yang sangat jauh. Kalau perbandingan itu seperti 1 banding 4, sangat jauh sekali. Makanya kita minta penjelasan dari RSUI, tapi khusus bagian ketenagakerjaannya atau SDM,” jelasnya saat menyambangi Radar Depok (Group Pojoksatu.id), Senin (23/11/2020).

Semenjak diketahui ada perbedaan yang jauh soal insentif. Relawan lalu mengonfirmasi ke pihak SDM untuk meminta kejelasan, tepatnya pada 5 November dan 11 November. Namun sampai saat ini belum ada kejelasan yang diterima relawan. Memang, diakui Rizki, tidak ada perjanjian atau informasi mengenai insentif. Insentif pertama turun untuk April-Mei. Insentif kedua turun 5 November.

”Tidak ada hitam diatas putih soal insentif kita. Tapi perbedaan insentif terjadi karena yang memberikan dari kementerian berbeda, yaitu Kemenkes dan Kemendikbud,” paparnya.

Ia menerangkan insentif yang diberikan dari Kemenkes bagi relawan yang masuk Maret hingga Mei. Untuk insentif yang diberikan Kemendibud bagi yang masuk dari Juni dan Juli.

Namun, mereka tetap mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) tentang insentif tenaga kesehatan untu diberikan secara merata.

”Kita memang mengacu pada itu. Kenapa tidak merata. Sampai sekarang tidak ada niat menjelaskan, padahal kita selalu berupaya,” tandas Ika, sapaannya.

(RD/arn/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds