Status Kota Depok Kembali Zona Merah Covid-19, Klaster Keluarga Tambah Banyak

Virus Corona

Virus Corona


POJOKJABAR.com, DEPOK – Pada minggu ini Kota Depok kembali masuk Zona Merah Coronavirus Disease (Covid-19) atau risiko tinggi. Sejumlah faktor pun dianggap menjadi pemicu kembali naiknya status di Depok.

Di antaranya, karena Kota Depok masih berhubungan dengan kota lainnya, terutama Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Kota Depok, Dadang Wihana menyebutkan, rilis terkini dari pusat angka reproduktifnya menjadi 1,9. Hal itu menjadikan Depok kembali ke zona merah.

”Penyebabnya masih dari klaster keluarga. Itu sudah terjadi selama tiga minggu belakangan ini,” ungkap Dadang kepada Radar Depok (Group Pojoksatu.id), Senin (26/10/2020).

Dampak status tersebut, GTPPC Kota Depok memperpanjang waktu Pembatasan Sosial Kampung Siaga (PSKS) hingga 1 November.

“Tercatat ada 238 lokasi PSKS di Kota Depok,” terangnya.

Sebelumnya, melalui keputusan Walikota Depok Nomor 442/399/Kpts/Dinkes/Huk/2020 tentang penetapan wilayah PSKS Covid-19. Disebutkan bahwa ratusan RW ini tersebar di sebelas kecamatan atau di seluruh kecamatan yang ada di Kota Depok.

Untuk Kecamatan Sukmajaya terdapat 43 RW, Beji 26 RW, Pancoranmas 27 RW, Sawangan 24 RW, Cinere 7 RW, Limo 17 RW, Cipayung 12 RW, Cilodong 17 RW, Cimanggis 21 RW, Tapos 18 RW, dan Bojongsari 26 RW.

Sementara itu, kasus positif pada Senin (26/10) bertambah sebanyak 83 pasien, sehingga menjadi 6.858 pasien. Untuk pasien yang meninggal bertambah lima orang menjadi 192 orang atau 2,80 persen.

“Bagi pasien yang sembuh, Depok juga mengalami penambahan sebanyak 74 orang, hingga menjadi 5.333 orang atau 77,76 persen,” tuturnya.

Terpisah, Pjs Walikota Depok, Dedi Supandi menilai, Kota Depok kembali menjadi zona merah karena adanya ketidaksamaan data.

“Data yang ada pada minggu kemarin baru masuk ke data sekarang. Nah, itu menjadikan Depok kembali zona merah. Karena kalau data tersebut masuk, tidak langsung data hari itu juga,” ucap Dedi kepada Radar Depok (Group Pojoksatu.id), Senin (26/10/2020).

Meski begitu, Dedi menuturkan, akan tetap melakukan hal-hal yang sebelumnya sudah dilakukan. Di antaranya memperpanjang PSBB, hingga penyemprotan cairan disinfektan.

“Paling zona merah sebentar lagi berganti ke zona oranye lagi. Masyarakat hanya melihat dari warna zonanya saja, kalau dilihat dari nilainya Depok sudah lumayan penurunannya,” ujar Dedi.

Selain itu lanjutnya, PSBB sudah dinilai efektif. Tetapi, karena penduduk Depok banyak, penularan tidak bisa dihentikan. Apalagi Depok berada di lingkungan Jakarta, Bekasi, dan Bogor.

“Untuk menekan angka penularan Covid-19, saya berharap di libur dan cuti bersama masyarakat tetap berada di rumah bersama keluarga,” tandasnya.

(RD/arn/cr3/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds