Secara Bertahap, 1,4 Juta Jiwa Warga Depok Akan Divaksin Covid-19

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan keterangan soal simulasi vaksin Covid-19, didampingi Pjs Walikota Depok Dedi Supandi bersama Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Drg Novarita di Puskesmas Tapos, beberapa waktu lalu.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan keterangan soal simulasi vaksin Covid-19, didampingi Pjs Walikota Depok Dedi Supandi bersama Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Drg Novarita di Puskesmas Tapos, beberapa waktu lalu.


POJOKJABAR.com, DEPOK – Pemberian vaksin Covid-19 bagi 1,4 juta warga Depok yang dilakukan secara bertahap, membutuhkan 150 tempat agar pemberian vaksin berjalan lancar. Pjs Walikota Depok, Dedi Supandi menyebutkan, tempat sebanyak itu, sebab satu orang dapat menghabiskan waktu sekitar 45 menit. Mulai dari pemberian sampai menunggu reaksi vaksin.

Nantinya pemerintah akan menggunakan 36 puskesmas, 24 rumah sakit daerah maupun swasta, 49 poliklinik. Bila perlu tempat tambahan, akan disediakan Gelanggang Olah Raga (GOR), kantor kecamatan hingga Balai Rakyat yang ada di Kota Depok.

“Setiap orang nantinya divaksin dua kali. Hitungannya 15 menit proses pemberian vaksin, 30 menit usai divaksin menunggu reaksi vaksin,” ungkap Dedi kepada Radar Depok (Group Pojoksatu.id).

Dedi menegaskan, vaksin Covid-19 hanya diperuntukan bagi warga Depok yang kondisinya sehat tanpa ada kasus terkonfirmasi Orang Tanpa Gejala (OTG), Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), serta positif Covid-19. Terkait uji klinis vaksin, Dedi mengatakan, waktu uji klinis vaksin tahap pertama bagi warga Depok akan rampung di bawah 15 hari.

“Kami sudah minta uji klinis waktunya di bawah 15 hari selesai, agar bisa digunakan untuk masyarakat pada tahap pertama,” terangnya.

Selain itu Dedi mengatakan, sasaran vaksin lainnya adalah orang sehat berisiko tinggi terdapat tiga sasaran. Di antaranya tenaga medis, para medis, dan dokter yang memiliki risiko tinggi. Kemudian yang melayani publik seperti petugas BPJS, TNI dan Polri. Lalu masyarakat yang berusia 18-59 tahun dengan kontak risiko tinggi, seperti wartawan dan pengurus RW.

“Jumlah tenaga medis atau vaksinator yang dikerahkan sebanyak 7.766 orang. Terdiri dari paramedis, perawat, dokter umum, dan lain-lain,” terang Dedi.

Saat ini, vaksin tahap pertama masih dalam pengujian Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk memastikan kelayakan vaksin yang akan diberikan kepada masyarakat Depok.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita menyebutkan, sebanyak 20 persen dari 60 persen jumlah penduduk Kota Depok akan mendapat vaksin tahap pertama. Namun, ia belum mengetahui pembagian tempat vaksinasi dan jenis vaksin yang akan diberikan.

“Info jenis vaksinnya kami belum dapat, dan belum tahu di mana tempat pelaksanaan suntik vaksinnya,” ungkap Novarita kepada Radar Depok (Group Pojoksatu.id), Minggu (25/10/2020).

Loading...

loading...

Feeds