Positif Covid-19 di Kota Depok Tembus 5 Ribu Orang, Delapan Kelurahan Zona Merah Se-jabar

Ilustrasi covid 19

Ilustrasi covid 19


POJOKJABAR.com, DEPOK – Senin (5/10/2020) nyaris tembus 5.000 kasus terkonfirmasi positif di Kota Depok. Dan Selasa (6/10/2020), kenyataan itu terwujud. Warga Depok kembali terpapar Virus Corona (Covid-19) sebanyak 115 orang. Artinya, total keseluruhan terkonfirmasi positif sudah menyentuh 5.013 orang.

Duka juga kembali menyelimuti Kota Depok. Sebelumnya sempat tidak ada tambahan yang meninggal. Kini bertambah dua jiwa, jadi sekarang total ada 143 orang. Pasien sembuh bertambah 91 orang sehingga jumlah total jumlah pasien positif Covid-19 yang sembuh di Kota Depok sebanyak 3.454 orang.

Tingginya pesebaran tersebut, di Jawa Barat ada 10 kelurahan/desa menjadi zona tertinggi risiko (Zona merah) penularan virus Korona (Covid-19). Delapan kelurahan diantaranya berada di Kota Depok. Seperti di Kelurahan Tanah Baru, Sukamaju, Mekarsari, Tugu, Mekarjaya, Abadijaya, Baktijaya dan Sukatani. Sementara di Jawa Barat total ada 5.300 desa/kelurahan.

“Yang masuk risiko tertinggi dari 10 desa, delapan ada di Kota Depok. Itulah kenapa saya ngantor lagi di Depok untuk membantu pengendalian kasus Covid-19 di Bodebek, mengawasi juga Bogor dan Bekasi,” kata Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil kepada Harian Radar Depok (Group Pojoksatu.id), Selasa (06/10/2020).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat sendiri resmi meniadakan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 dalam rangka penanganan virus corona. Sebagai gantinya, Pemprov Jabar mengukuhkan Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah.

Merujuk Komite Penanganan Pemulihan Ekonomi Nasional dan Penanganan Covid-19 oleh pemerintah pusat, Komite Kebijakan di Jabar membawahi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Daerah Provinsi Jabar dengan Ketua Harian Daud Achmad dan Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Daerah Provinsi Jabar dengan Ketua Harian Ipong Witono.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) sedang berusaha menjaga angka kematian dibawah standar nasional. Namun, Jawa Barat masih memiliki pekerjaan rumah dalam meningkatkan angka kesembuhan Covid-19.

“Jawa Barat mendapatkan apresiasi dalam menjaga angka kematian dibawah standar nasional,” ujar Kang Emil -sapaan akrab Ridwan Kamil-, di Balaikota Depok, Selasa (6/10).

Kang Emil mengatakan, pada pekan lalu angka kematian Provinsi Jabar berada 1,8 persen dari standar nasional. Untuk standar nasional, angka kematian mencapai 2 persen.
Namun, angka kesembuhannya di Jawa Barat, masih berada di bawah standar nasional. Kang Emil telah menginstruksikan seluruh wilayah melakukan pengananan peningkatan angka kesembuhan. Angka kesembuhan di Jawa Barat masih berada di 60 persen dari standar nasional mencapai 70 persen.

“Angka kesembuhan Jawa Barat masih berada di bawah standar nasional,” tegasnya.

Demi mencegah penyebaran virus Korona, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Walikota Depok tentang pembatasan jam operasional pertokoan dan aktivitas warga, restoran, kafe, hingga pembatasan sosial kampung siaga Covid-19.

”Pemkot Depok bakal terus berupaya agar penanganan Covid-19 di Kota Depok semakin cepat. Bahkan dalam waktu dekat sejumlah lokasi disiapkan untuk menampung warga yang isolasi mandiri,” ujar Pejabat Sementara (Pjs) Walikota Depok Dedi Supandi, Selasa (6/10).

Menurut Dedi, cara penanganan Covid-19 setiap waktu mengalami perubahan misalnya warga yang isolasi mandiri tidak dianggap efektif, karena dapat menciptakan klaster keluarga. ”Intinya penyebaran Covid-19 harus dihentikan, namun perekonomian juga tetap diperhatikan. Evaluasi akan terus kami dilakukan,” tandas Dedi.

(RD/dic/hmi/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds