Zona Orange Covid-19, Jam Malam di Kota Depok Dihapus

Sejumlah kendaraan melintas di kawasan Jalan Margonda Raya, Senin (31/8/2020).

Sejumlah kendaraan melintas di kawasan Jalan Margonda Raya, Senin (31/8/2020).


POJOKJABAR.com, DEPOK – Setelah bertahan lama di zona merah (Resiko tinggi). Akhirnya, pekan ini Kota Depok kembali berada di zona resiko sedang (zona orange) Virus Corona atau Covid-19. Menurunnya status berdampak pada kebijakan pembatasan aktivitas usaha (PAU) dan pembatasan aktivitas warga (PAW).

Pemkot Depok pastikan pembatasan tersebut ditiadakan. Kendati sudah turun ke zona orange, berdasarkan rilis di https://ccc-19.depok.go.id, masih asaja ada peningkatan kasus positif, sembuh dan meninggal.

Dari data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Kota Depok, penambahan pasien positif Covid-19 ada 25 kasus dari 3.547 menjadi 3.572 pasien. Pasien yang sembuh bertambah 85 jiwa dari 2.485 menjadi 2.570 pasien.

Kabar duka juga masih menyelimuti Kota Depok, dengan adanya penambahan jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Warga Depok kembali meninggal dua jiwa. Bila ditotal kini menjadi 123 pasien.

Sedangkan pada kasus Orang tanpa gejala (OTG) terdapat penambahan sebanyak 25 orang dari 6.137 menjadi 6.161 orang. Orang dalam pemantauan (ODP) bertambah 18 orang dari 5.125 orang menjadi 5.136 orang. Dan Pasien dalam pengawasan (PDP) bertambah 4 orang dari 2.114 orang menjadi 2.118 orang.

Kendati sudah turun ke zona orange, Walikota Depok, Mohammad Idris meminta, agar seluruh masyarakat tetap waspada terhadap penyebaran kasus yang masih terus terjadi.

“PAU dan PAW itu ketika untuk zona merah, tetapi kita harus tetap waspada jangan tentu kita jadi hura-hura,” kata Idris di Balaikota Depok, Jumat (25/9).

Idris menyebut, kerap kali warga Kota Depok berpikir pragmatis dalam menghadapi sebuah persoalan.

“Kadang-kadang masyarakat itu berpikir pragmatis, jangan sampai ini terjadi. Maksud saya, kita menghadapi pandemi Covid-19 jangan sampai kita panik terlalu resah, sehingga kita pesimis. Ini berbahaya untuk psikologis kita bahkan bisa berdampak ke ketahanan fisik,” jelas Idris.

Oleh sebab itu, Idris meminta warga Kota Depok agar tidak lengah dan merasa telah bebas dari pandemi ini dengan status zona orange. Tapi di sisi lain jangan lelah terhadap yang seperti ini. Pekan kemarin masih zona merah, pekan ini dapat nilai zona orange. Sebagian merasa gembira bahagia tapi lengah sudah bebas, itu salah.

“Kami ingatkan semuanya dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini tetap waspada tapi jangan sampe menakutkan diri sehingga kita lemah. Jangan sampai itu terjadi,” tandasnya.

(rd/hmi/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds