Update Covid-19 di Depok: 34 Positif, 27 Sembuh dan Tiga Meninggal

Ilustrasi Covid-19

Ilustrasi Covid-19


POJOKJABAR.com, DEPOK – Semakin hari Virus Corona (Covid-19) di Kota Depok bak membuat sarang. Kamis (24/9/2020), virus yang menyerang pernafasan tersebut kembali merajalela. Berdasarkan rilis di https://ccc-19.depok.go.id, warga Depok ada 34 positif, 27 sembuh dan tiga meninggal.

Dari data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Kota Depok, penambahan pasien positif Covid-19 ada 34 kasus dari 3.513 menjadi 3.547 pasien. Pasien yang sembuh bertambah 27 jiwa dari 2.458 menjadi 2.485 pasien.

Kabar duka juga menyelimuti Kota Depok, dengan adanya penambahan jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Sebelumnya, warga Depok kembali meninggal tiga. Menjadi 121 pasien.

Sedangkan pada kasus Orang tanpa gejala (OTG) terdapat penambahan sebanyak 35 orang dari 6.102 menjadi 6.137 orang. Orang dalam pemantauan (ODP) bertambah 18 orang dari 5.107 orang menjadi 5.125 orang. Dan Pasien dalam pengawasan (PDP) bertambah 17 orang dari 2.097 orang menjadi 2.114 orang.

Demi meminimalisasi sebaran Virus Korona, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok mendeklarasikan Gerakan Bersama (GEMA) Lawan Covid-19, yang melibatkan perangkat wilayah dan warga sebagai komitmen bersama memerangi virus corona jenis baru penyebab Covid-19.

Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinkes Kota Depok, Hendrik Alamsyah mengatakan, deklarasi GEMA Lawan COVID-19 serentak dilakukan di 38 Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas se-Kota Depok.

Kegiatan tersebut merupakan arahan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, untuk dilaksanakan di setiap kabupaten/kota guna meminimalisasi penularan Covis-19.

“Kita harus menyadarkan diri agar tetap melaksanakan 3M saat masa pandemi seperti ini,” katanya.

Hendrik menjelaskan, gerakan 3M yaitu mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak fisik. Langkah tersebut, katanya, sangat penting dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19.

“Gerakan ini akan terus kami gaungkan dan masifkan ke masyarakat sampai mereka terbiasa dan menganggap 3M ini sebagai kebutuhan,” tutupnya.

(RD/hmi/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds