Pilkada Depok 2020: 1, 2 Go…

Ketua KPU Kota Depok memberikan simbolis nomor urut kepada pasangan Calon Walikota Dan Wakil Walikota Depok, Mohammad Idris-Imam Budi Hartono serta Pradi Supriatna-Afifah Alia di Gedung Raffles Hills Multi Function Hall, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Kamis (24/9).

Ketua KPU Kota Depok memberikan simbolis nomor urut kepada pasangan Calon Walikota Dan Wakil Walikota Depok, Mohammad Idris-Imam Budi Hartono serta Pradi Supriatna-Afifah Alia di Gedung Raffles Hills Multi Function Hall, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos, Kamis (24/9).


POJOKJABAR.com, DEPOK – Euforia Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Depok tahun ini memang serba dibatasi. Kamis (24/9), Gedung Raffles Hills Multi Function Hall, Kelurahan Sukatani, Tapos Kota Depok tidak begitu ramai. Aparat keamanan berjaga pakai jarak.

Petugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) Depok lengkap dengan alat pelindung diri (APD)-nya, memeriksakan suhu tubuh tamu undangan. Kedua pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Depok hadir tepat waktu sekira pukul 09:00 WIB.

Waktu yang ditunggu-tunggu pun datang juga. Diawali mengambil nomor urut. Calon Wakil Walikota Depok Koalisi TAS, Imam Budi Hartono mendapatkan poin 30, sedangkan Calon Wakil Walikota Depok Koalisi Depok Bangkit (KDB) Afifah Alia mendapatkan 50. Dengan begitu, Calon Walikota Depok Mohammad Idris lebih dulu mengambil nomor, dilanjut Calon Walikota Depok Pradi Supriatna.

Secara bersamaan, kedua paslon diberi aba-aba KPU untuk membuka hasil pilihannya. Setelah dibuka sorak-sorai senyap jadi saksi awalnya pesta demokrasi dimulai. Paslon, Pradi Supriatna-Afifah Alia mendapatkan nomor urut 1, dan Mohammad Idris-Imam Budi Hartono mendapat nomor 2.

Ketua KPU Kota Depok, Nana Shobarna menyebutkan, penyelenggaraan pengundian nomor urut telah berjalan dan sesuai dengan protokol kesehatan.

”Baru saja kita selesai melaksanakan pengundian nomor urut Paslon Walikota dan Wakil Walikota, hasilnya pasangan Pradi-Afifah mendapat nomor urut 1 dan Idris-Imam nomor urut 2,” ucapnya kepada Harian Radar Depok (Group Pojoksatu.id), Kamis (24/09/2020).

Nana menjelaskan, setelah pengundian nomor urut untuk kedua paslon. Dilanjutkan dengan penandatanganan pakta integritas kampanye damai, dan berintegritas dengan mematuhi seluruh protokol kesehatan. Tidak hanya itu, terkait dengan maraknya ajakan golput di sosial media Nana menyebutkan itu termasuk dalam pidana pemilihan.

”Tentu akan kami laksanakan sosialisasi secara masif, bersama rekan kami, kolega kami yaitu Bawaslu Kota Depok yang tentu tidak hanya tinggal diam. Karenanya, kepada masyarakat jika menemukan hal seperti itu harap laporkan, agar dapat segera di proses dengan ketentuan yang ada,” tuturnya.

Menurutnya, Pilkada Depok ini menjadi tantangan tersendiri karena melaksanakan pilkadà di masa pandemi yang masih mewabah. Tentu mengacu pada ketentuan yang ada, dengan protokol kesehatan.

“Kami akan terus mengedukasi dan memberikan wawasan kepada masyarakat, untuk menjaga diri sendiri dan seluruh masyarakat dari covid-19 dengan ketat menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Usai penetapan nomor urut, pasangan nomor urut 1 Pradi-Afifah menyebutkan, tidak membawa masa dan perwakilan dari setiap partai dan ini sangat dibatasi. Terkait nomor urut yang diperoleh, Pradi menyebut ”alif” dan menganggap semua angka sama saja.

”Nomor Satu bersatu,” singkatnya.

Ditempat yang sama, pasangan Idris-Imam mengaku, nomor urut dua sesuai dengan urutan Nabi, pertama Nabi Adam, kedua Nabi Idris.

”Dua berarti lanjutkan dua periode, Insha Allah anak-anak muda juga akan mendukung kita ”piss,” tutup Idris sambil memperlihatkan simbol dua dengan jari telunjuk dan jari tengahnya.

(RD/tul/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds