Positif Covid-19, Satu Keluarga di Kota Depok Belum Dapat Kamar Rawat Inap

Ilustrasi Covid-19

Ilustrasi Covid-19


Saat ini, lanjut Dina, masih menjalankan intruksi dari puskesmas seperti tensi dan nafas bapak berapa kali selama satu menit. Imbauan tersebut sudah dijalani, tapi pihaknya tidak bisa memastikan aman atau tidak. Sedangkan jika dilihat kondisi bapak, sudah sulit bernafas.

“Saya juga tahu terpaparnya dari mana. Tapi yang jelas dia bersama keluarganya sempat kumpul mengujungi keluarganya mengikuti takjiah Kamis 10 September 2020,” bebernya.

Sementara, berdasarkan hasil data Gugus Tugas Penanganan dan Percepatan Covid-19 (GTPPC) Kota Depok, Senin 21 September terdapat penambahan kasus positif sebanyak 50. Sebelumnya, 3.287 kini menjadi 3.337 jiwa. Sedangkan sembuh ada kenaikan yang signifikan, ada 97 jiwa. Kini pasien sembuh akibat Korona jadi 2.366 jiwa. Sedangkan meninggal tidak berubah, 112 jiwa.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita mengatakan, untuk menyiasati rumah sakit rujukan pasien COVID-19 di Kota Depok, yang menyediakan High Care Unit (HCU) telah penuh, sejumlah pasien pun terpaksa dirujuk ke beberapa rumah sakit yang ada di wilayah penyangga.

“Untuk saat ini pasien yang butuh HCU, kami kan sudah terintegrasi dengan wilayah lain, jadi kalau di Depok enggak ada bisa ke Bogor, Jakarta dan Bekasi,” kata Novarita saat dikonfirmasi.

Selain mengupayakan ketersediaan HCU, Dinas Kesehatan juga sedang membuka lowongan untuk tenaga medis.

“Ada beberapa rumah sakit yang HCU-nya ada tapi untuk operasionalnya kekurangan SDM,” ucapnya.

Novarita mengatakan, penggunaan HCU harus dilakukan oleh tenaga ahli yang berkompeten.

“Nah sekarang kami lagi rekrutmen,” tandasnya.

(RD/hmi/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds