Tilang Elektronik di Kota Depok Dimulai, Dua CCTV Terpasang di JPO Balaikota

Petugas sedang memasang kamera pemantau sistem tilang elektonik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di kawasan Jalan Margonda Raya, Kamis (17/9).

Petugas sedang memasang kamera pemantau sistem tilang elektonik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di kawasan Jalan Margonda Raya, Kamis (17/9).


POJOKJABAR.com, DEPOK – Pengendara yang doyan melanggar, mulai pekan depan tidak lagi bisa lolos dari jerat hukum. Keladinya, penerapan Electronic Traffic Law Enforcemen (ETLE) sudah diberlakukan. Faktanya kamis (17/9/2020), dua CCTV dipasang di jembatan penyebrangan orang (JPO) Polres-Balaikota Depok.

Kasat Lantas Polrestro Depok, Kompol Erwin Aras Genda menegaskan, pemasangan kamera di JPO Balaikota sudah mencapai 95 persen. Ditargetkan pekan depan sudah bisa ujicoba di kawasan tersebut.

“Kami akan sosialisasikan ke masyrakat. Kamera dioptimalkan 100 persen, diharapkan masyarakat lebih mantaati aturan lalu lintas demi keselamatan,” katanya kepada Harian Radar Depok (Group Pojoksatu.id), Kamis (17/09/2020).

Dengan tingginya kepatuhan pengendara, sambung Erwin, maka tingkat kecelakaan bisa ditekan. Dengan adanya pengawasan kamera ETLE selama 24 jam, maka akan memantau aktivitas di lokasi tersebut secara full.

“Sebagaimana kita ketahui kecelakaan itu berawal dari pelanggaran lalu lintas, dengan adanya pengawasan ETLE selama 24 jam maka harapan kami zero accident di Kota Depok terwujud,” tegasnya.

Erwin menuturkan, tahun ini akan dipasang dua titik kamera ETLE. Dilanjut tahun depan akan ditambah lagi.

“Rencananya tahun ini ada dua titik, yang akan dilanjutkan tahun depan. Sehingga harapan kami tahun depan ada empat titik kamera ETLE di Kota Depok,” bebernya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan, ETLE merupakan program dari Polda Metro Jaya, yang di respon Polrestro Depok. Dengan harapan, tingkat ketertiban warga dalam berkendara bisa lebih tinggi dan terwujud Depok dengan zero accident.

“Tujuannya, tentu untuk ketertiban dan keselamatan lalu lintas. Selain itu, untuk melakukan pengawasan melalui sistem akan lebih efektif dan sudah terrecord,” ucap Dadang, Kamis (17/9).

Loading...

loading...

Feeds