Stok Darah di PMI Kota Depok Sisa 100 Kantung

Petugas menunjukkan stok darah yang berada di Kantor PMI Kota Depok, Grand Depok City.

Petugas menunjukkan stok darah yang berada di Kantor PMI Kota Depok, Grand Depok City.


POJOKJABAR.com, DEPOK – Warga Depok yang ingin mendonorkan darahnya, Palang Merah Indonesia (PMI) Depok membuka pintu selebar-lebarnya. Rabu (16/9), PMI mencatat stok darah cuma menyisakan 100 kantung darah dari berbagai jenis golongan. Stok tersebut jauh berbeda dengan September tahun lalu, yang mencapai 800 kantung darah.

”Menurun jauh stok darah di PMI. Saat ini sekitar 100 lebih kantung darah yang ada. Jauh berbeda pada tahun sebelumnya, di bulan yang sama, di September,” terang Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Depok, Dr Widya Astriani kepada Harian Radar Depok (Group Pojoksatu.id), Rabu (16/09/2020).

Dia tak memungkiri, pandemi Covid-19 mempengaruhi masyarakat melakukan donor darah. Kekhawatiran yang timbul dalam diri setiap masyarakat menjadi kendala yang harus segera terpecahkan, sehingga stok darah bisa terkumpul.

Ada beberapa hal yang dinilai Dr Widya mempengaruhi stok darah. Pertama, banyaknya pembatalan aksi donor darah dari instansi, karena ketakutan akan melanggar aturan PSBB dengan berbagai alasan. Lalu, kedua, berkurangnya pendonor sukarela, dan kini trendnya dilakukan donor pengganti dari keluarga pasien yang membutuhkan.

”Ada beberapa hal lain. Tapi yang kedua itu, sangat besar pengaruhnya untuk keamanan stok darah di kita,” paparnya.

Pihaknya, saat ini harus mengeluarkan cost lebih tinggi agar dapat menarik minat donor. Salah satubya dengan pemberian bingkisan dan lainya. Namun, hal ini akan berjalan ketika PMI mendapat donatur yang menyediakan paket hadiah tersebut.

Memang diakuinya ada perbedaan tahapan saat melakukan donor di masa pandemi. Saat pendonor datang, dilakukan pengecekan suhu dan disediakan sarana cuci tangan dan handsanitizer. Area tunggu donor dilakukan di luar gedung, yang sirkulasi udaranya lebih baik untuk mencegah keramaian dalam gedung.

”Nanti akan ada petugas lengkap dengan APD yang memadai dan lebih sering melakukan dekontaminasi peralatan,” ungkapnya.

Namun, Dr Widya berharap masyarakat masih menjadikan donor darah sebagai pola hidup yang sehat. Tentunya, darah yang didonorkan akan sangat membantu kesehatan, bahkan keselamatan masyarakat yang membutuhkan.

Salah satu warga, Suprianto mengaku, masih khawatir saat mendonorkan darahnya. Padahal, sebelum pandemi dia sering donor. Menurutnya, mendonorkan darah dapat menyehatkan badan. “Tahu kenapa saya sekarang jadi parno ketika ingin mendonorkan darah,” jelas singkat warga Citayam ini.

(RD/arn/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds