Perbaikan Jalan dan Dua Jembatan di Grand Depok City Dideadline Sebulan Lagi

Sejumlah kendaraan melintas di Jalan Bouelevard Raya, Grand Depok City,yang sudah bisa dilewati sebagian jalannya usai diperbaiki, Rabu (16/9).

Sejumlah kendaraan melintas di Jalan Bouelevard Raya, Grand Depok City,yang sudah bisa dilewati sebagian jalannya usai diperbaiki, Rabu (16/9).


POJOKJABAR.com, DEPOK – Tiga pelaksana yang mengerjakan peningkatan Jalan Bouelevard Grand Depok City (GDC) dan dua jembatan, harus segera menyelesaikan kewajibanya.

Berdasarkan perjanjian pengerjaan, pembangunan wajib selesai 28 Oktober 2020. Artinya, perbaikan yang menelan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Depok puluhan miliar tersebut, tersisa satu bulan lebih lagi.

Kepala Seksi (Kasi) Pembangunan Jalan dan Jembatan Wilayah 2 Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Depok, Endang Sri menjelaskan, peningkatan Jalan Boulevard GDC dimulai 1 Juli hingga selesai pada 28 Oktober. Jika dihitung perbaikan selama 120 hari kalender.

PT Anggadita Teguh Putra, kata Endang, yang mengerjakan peningkatan Jalan Bouelevard GDC. Dengan anggaran Rp22.567.077.280, pelaksana harus pengecor jalan sepanjang 2.720 meter.

“Pelaksana harus menyelesaikan sesuai waktu yang sudah ditentukan,” jelasnya kepada Harian Radar Depok (Group Pojoksatu.id), Rabu (16/09/2020).

Kemudian, lanjut Endang, dua jembatan juga sama pengerjaanya. Mulai 1 Juli hingga 28 Oktober. Jembatan GDC pertama di depan Jalan Mandor Samin dikerjakan pelaksana PT Kinaya Nayaka. Anggaran yang dikeluarkan Rp6.599.751.422. Kemudian jembatan kedua di depan Perumahan Cluster Viscani, dikerjakan PT Maga Seribu Perkasa. Anggaran perbaikan Rp4.748.350.000.

“Ketiga pelaksana yang mengerjakan perbaikan di GDC sama mulai dan selesainya,” tegasnya.

Terkait panjang dan lebar jembatan, sambung Endang, jembatan pertama (Mandor Samin) memiliki panjang 14 meter dan lebar 24 meter. Sedangkan jembatan kedua (Viscani) panjangnya 9 meter dan lebar sampai 18 meter.

“Mudah-mudahan perbaikan selesai sesuai waktu yang ditentukan,” ujarnya.

Sementara, salah satu penghuni Perumahan Cluster Viscani, Rosalia M mengaku, masih kesulitan jika ingin megeluarkan mobil. Sebab, jalan di depan masih ditutup. Dia hanya berharap perbaikan bisa dipercepat sebelum waktu yang ditentukan.

“Ya mau tidak mau harus bersabar kalau mau bagus jalan dan jembatannya. Tapi toilong diperhatikan pembatas jalannya,” singkat perempuan yang bekerja di salah satu bank ini.

Masih tak jauh dari GDC, pengguna jalan Kikin T mengaku, agak kesulitan kalau jalan malam. Bisa dilihat sendiri pembatas jalannya ada yang kosong. Bahkan, ada yang sudah patah, dan bongkahan corannya berceceran di jalan. Ini sangat membahayakan pengguna jalan.

“Saya pernah nyaris jatuh karena tiba-tiba ada kayu pembatas jalan yang patah,” tandas warga Kelurahan Cilodong ini.

(RD/hmi/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds