Pasien Covid-19 di Kota Depok Terus Bertambah, Hotel Ogah Jadi Tempat Isolasi Mandiri

Ilustrasi

Ilustrasi


POJOKJABAR.com, DEPOK – Terus bertambahnya pasien virus Corona (Covid-19) di Kota Depok dan tidak berbanding lurus dengan ketersediaan ruang isolasi di rumah sakit, tentu harus ada tempat alternatif lainnya.

Hingga saat ini, belum ada pihak hotel di Kota Depok yang bersedia untuk dijadikan tempat isolasi mandiri pasien Covid-19. Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan, Pemkot Depok baru bekerja sama dengan RS Citra Medika, sebagai rumah sakit khusus isolasi pasien positif Covid-19 tanpa gejala. Pemkot Depok telah mencoba untuk menempatkan pasien Covid-19 tanpa gejala di hotel.

“Kami sudah coba, tapi belum ada hotel yang bersedia untuk dijadikan tempat karantina,” ujar Mohammad Idris kepada Radar Depok (Group Pojoksatu.id).

Idris menjelaskan, RS Citra Medika menjalin kerjasama untuk melakukan penanganan isolasi pasien tanpa gejala. Di rumah sakit tersebut memiliki kapasitas yang mampu melakukan penanganan, kepada pasien tanpa gejala sebanyak 78 pasien.

Selain itu, Pemkot Depok juga mengerahkan pasien tanpa gejala dapat melakukan isolasi mandiri di rumah. Sementara itu, Ketua Satgas Covid IDI Kota Depok, Alif Noeriyanto mengungkapkan, isolasi mandiri yang dilakukan di rumah, dinilai rentan terjadi penularan, karena minimnya pengawasan sehingga dikhawatiran menimbulkan penularan skala local.

“Seperti DKI Jakarta, sebaiknya Pemkot Depok juga bekerja sama mencarikan hotel bintang 2 dan 3 sebagai tempat isolasi para pasien Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan,” ucap Alif Noeriyanto.

Alif meminta Pemkot Depok tidak melakukan isolasi mandiri pasien Covid-19 gejalan ringan di rumah. Hal itu dikarenakan sejak Agustus 2020 terjadi peningkatan penderita Covid-19 di Kota Depok. Dengan melakukan isolasi mandiri dapat menularkan penyebaran Covid-19 di lingkungan sekitar.

Apabila melakukan isolasi mandiri, ada sejumlah tantangan yang akan dialami. Tantangan tersebut, yakni tidak ada kepedulian lingkungan sekitar guna memberi memperhatikan kepada pasien, sehingga dapat keluar rumah.

Ketidaktahuan pasien terhadap Covid-19 terkait penyebaran karena merasa diri pasien sudah mengalami perubahan sehingga dapat keluar rumah, dan kurangnya pengetahuan keluarga terkait protokol kesehatan sehingga memicu penyebaran lokal.

“Pengetahuan keluarga di sekitarnya kurang. Karena kasihan, datanglah mereka dengan mengabaikan protokol kesehatan,” tutupnya.

(RD/dic/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds